Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Deteksi Dini Penyakit melalui Kolaborasi One Health dan JOIN Tool

04/07/2026 10:49:00 Pradi 30

Bandar Lampung – Kementerian Pertanian terus memperkuat sistem kesehatan hewan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam investigasi penyakit secara terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit hewan, khususnya penyakit zoonosis yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Balai Veteriner Lampung dalam Training of Trainer (ToT) Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung Menggunakan Joint Outbreak Investigation (JOIN) Tool yang diselenggarakan pada 22–25 Juni 2026 di Bandar Lampung. Pelatihan ini merupakan kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian bersama U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), FAO Indonesia, serta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut mempertemukan tenaga kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan satwa liar sebagai implementasi pendekatan One Health. Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun sistem surveilans yang semakin kuat sehingga setiap kejadian penyakit dapat diidentifikasi dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan melakukan investigasi kejadian penyakit menggunakan Joint Outbreak Investigation (JOIN) Tool, sehingga proses identifikasi sumber penularan, analisis risiko, hingga penyusunan rekomendasi dapat dilakukan secara lebih efektif sebagai dasar pengambilan keputusan.

JOIN Tool merupakan perangkat berbasis Microsoft Excel yang mengintegrasikan data epidemiologi dan laboratorium dari berbagai sektor. Sistem ini membantu menganalisis jalur pajanan, mengevaluasi kualitas investigasi, serta menghasilkan rekomendasi tindak lanjut untuk mendukung respons yang lebih cepat dan berbasis data.

Pemanfaatan JOIN Tool telah mendukung berbagai investigasi penyakit strategis, termasuk penanganan kasus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 di Kalimantan Selatan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi mampu memperkuat kesiapsiagaan serta efektivitas respons terhadap kejadian penyakit.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat sistem kesehatan hewan nasional.

"Penguatan kapasitas melalui pelatihan seperti ini sangat penting dalam mendukung implementasi pendekatan One Health. Dengan meningkatkan kemampuan investigasi secara terpadu, kita dapat memperkuat deteksi dini, respons cepat, serta koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan wabah, khususnya penyakit zoonosis seperti flu burung," ujar Suryantana di Bandar Lampung (25/6/2026).

Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem surveilans penyakit yang tangguh sehingga setiap potensi kejadian penyakit dapat direspons secara cepat dan tepat.

Sementara itu, peserta dari Balai Veteriner Lampung, Enny Saswiyanti, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya investigasi penyakit yang dilakukan secara kolaboratif.

"JOIN Tool memberikan pendekatan yang sistematis dalam mengintegrasikan data epidemiologi dan laboratorium dari berbagai sektor. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan akan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas investigasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor ketika menghadapi kejadian penyakit di lapangan," ungkap Enny Saswiyanti.

Melalui penguatan kompetensi petugas dan pemanfaatan teknologi investigasi terpadu, Kementerian Pertanian terus mendorong sistem surveilans yang adaptif, responsif, dan berbasis kolaborasi. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat pengendalian penyakit hewan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH