Kementan Perkuat Komunikasi Publik, Bangun Kepercayaan dan Reputasi Layanan
Depok — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran satuan kerja di bawahnya dalam bidang komunikasi publik, termasuk Balai Besar Pengujian Mutu Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH). Penguatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan informasi terkait kesehatan hewan dan mutu obat hewan tersampaikan secara akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala BBPMSOH, Hasan Abdullah Sanyata, menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi publik merupakan bagian dari pelayanan prima.
“Kami berharap seluruh pegawai mampu menulis dan membuat konten yang informatif dan menarik. Pelayanan publik yang baik tidak hanya pada sisi teknis, tetapi juga pada cara kita berinteraksi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Hasan menegaskan, di tengah pesatnya arus informasi digital, lembaga publik harus hadir sebagai sumber informasi terpercaya. Sebagai laboratorium rujukan nasional, BBPMSOH berperan memastikan mutu obat hewan sekaligus menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai penggunaan obat hewan yang aman.
Senada dengan itu, Muhammad Rizqy Hidayatsyah, Ketua Tim Kerja Pemberitaan dan Hubungan Media, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, menilai peningkatan kemampuan menulis dan mengemas pesan sangat penting untuk memperkuat citra positif lembaga.
“Berita yang baik bukan sekadar laporan kegiatan. Narasi yang kuat dapat membawa pesan institusi lebih dekat dan lebih mudah diterima masyarakat,” jelasnya.
Rizqy menambahkan, komunikasi publik yang efektif akan membangun kepercayaan dan memperkuat reputasi lembaga pemerintah. Dengan informasi yang jelas dan terbuka, masyarakat dapat memahami kontribusi BBPMSOH dalam menjaga kesehatan hewan nasional serta mendukung ketahanan pangan asal hewan.
Sementara itu, Zaky Nabiha, dari Tim Kerja Konten Media Digital Kementan, menekankan pentingnya inovasi dan pendekatan kreatif di ruang digital.
“Kekuatan pesan di media sosial tidak hanya pada isinya, tapi juga pada tampilan dan gaya penyampaiannya. Konten yang menarik secara visual dan naratif akan membuat pesan lembaga lebih mudah diingat,” katanya.
Zaky juga menyoroti perlunya gaya komunikasi yang humanis dan adaptif. Menurutnya, lembaga publik perlu lebih dekat dengan masyarakat melalui konten yang ringan, edukatif, dan relevan, tanpa mengurangi kredibilitas lembaga.
Dengan penguatan fungsi komunikasi publik ini, BBPMSOH diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat pengujian mutu dan sertifikasi obat hewan, tetapi juga sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor kesehatan hewan. Sinergi antara pelayanan prima dan penyebaran informasi yang berkualitas menjadi kunci mewujudkan pelayanan publik yang profesional, terbuka, dan berdampak luas.
Sebagai informasi, BBPMSOH merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian yang berperan sebagai laboratorium rujukan nasional di bidang pengujian mutu, sertifikasi, dan keamanan obat hewan. Lembaga ini berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menjamin mutu obat hewan dan keamanan produk peternakan melalui pelayanan pengujian dan sertifikasi obat hewan yang tepat dan akurat, profesional, dan berintegritas.