Kementan Tangkap Peluang Investasi Peternakan dari Perusahaan Susu Tiongkok
Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan dukungan terhadap rencana investasi perusahaan asal Tiongkok, Junlebao Dairy Group, di subsektor peternakan Indonesia. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan industri persusuan nasional dan memperluas basis produksi susu segar di dalam negeri.
Junlebao Dairy Group merupakan salah satu perusahaan susu terkemuka di Tiongkok yang berdiri sejak 1995. Perusahaan ini mengembangkan berbagai produk olahan susu seperti susu bayi, yogurt, dan susu segar, dengan kegiatan usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari peternakan sapi perah berskala besar hingga fasilitas manufaktur.
Dalam kunjungan ke kantor Kementan, Rabu (22/10), perwakilan Junlebao Dairy Group menyampaikan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurut perusahaan tersebut, Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang besar bagi produk olahan susu.
“Perusahaan kami berniat untuk berinvestasi di Indonesia. Selain susu, kami juga memproduksi sperma sapi jantan unggul,” ujar Wang Yan, Director of Brand and Marketing Division, dan Li Dong Ming, Vice President of Investment Management Center, Junlebao Dairy Group.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menilai rencana investasi tersebut sejalan dengan kebutuhan nasional untuk memperkuat produksi susu segar dalam negeri.
“Kalau semen (red: sperma ternak) beku sapi, Indonesia sudah cukup, kita surplus. Yang kami inginkan terkait dengan industri downstream, terutama peternakan,” kata Agung.
Agung menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan bahwa susu yang digunakan dalam program Makan Bergizi (MBG) wajib mengandung sedikitnya 20 persen susu segar lokal. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Indonesia memerlukan tambahan investasi di sektor peternakan sapi perah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menambahkan bahwa jika Junlebao Dairy Group berminat menanamkan modal di sektor peternakan sapi perah, pemerintah akan menawarkan kawasan yang memiliki akses dekat dengan sumber pakan.
“Junlebao Dairy Group bisa memulai dengan investasi peternakan dalam skala kecil terlebih dahulu,” ujar Nuryani.
Kementan berharap kerja sama dengan perusahaan Tiongkok tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi nasional, tetapi juga membawa transfer teknologi dan memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan industri peternakan modern di Indonesia.