Pantau Pemanfaatan Semen Beku, BIB Lembang Lakukan Monev ke Jawa Timur
Surabaya— Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. BIB Lembang akan melihat pendistribusian dan pemanfaatan semen beku di tingkat lapangan. Kegiatan ini merupakan bentuk peninjauan terhadap efektivitas layanan dan hasil pemanfaatan semen beku dari BIB Lembang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Inseminasi Buatan (IB) Surabaya, Yeny Winari Astuti dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BIB Lembang atas pelaksanaan monev pada Senin (16/6/2025).
“Ini juga menjadi komitmen kita untuk terus mendukung program IB serta penguatan pemanfaatan semen beku dari pejantan unggul nasional,” Tegas Yeny.
Pemantauan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakkeswan) Kabupaten Malang menjadi bagian lanjutan dari agenda monev ini. Melalui pertemuan tersebut, Kepala Bidang Perbibitan, Produksi dan Pakan Disnakkeswan, Sayyidah Zankiyah menyampaikan penilaian positif pada kualitas semen beku yang didatangkan dari BIB Lembang. “Semen beku dari BIB Lembang sangat diminati oleh peternak di wilayah Malang. Hal ini terbukti dari kondisi stok yang selalu habis terdistribusi,” ungkap Sayyidah.
BIB Lembang turut melakukan peninjauan langsung ke lapangan dalam rangka melihat hasil pemanfaatan semen beku oleh peternak, termasuk di dalamnya pengukuran fisik terhadap anak sapi hasil IB dari semen beku BIB Lembang. Hasil peninjauan menunjukkan sapi anakan jantan mengalami pertumbuhan yang sangat baik dengan ukuran tubuh proporsional serta perkembangan fisik menonjol, yakni tinggi badan 103 centimeter (cm), panjang badan 100 cm, dan lingkar dada 178 cm. Sementara itu, meskipun masih dalam usia dini, sapi anakan betina memperlihatkan kondisi tubuh sehat dan pertumbuhan stabil.
Dari pelaksanaan monev ini menunjukkan bahwa pendistribusian dan pemanfaatan semen beku BIB Lembang telah berjalan dengan optimal. Berdasarkan capaian ini, Kementan melalui BIB Lembang akan terus berkomitmen pada penguakatan layanan, memastikan mutu genetik, serta mendorong peningkatan produktivitas ternak secara berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.