Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Pasokan dan Harga Daging, Ayam, dan Telur di Bandung Terpantau Terkendali

22/02/2026 18:03:00 Indra 18

Bandung – Hasil pemantauan harga komoditas peternakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, 20–21 Februari 2026, menunjukkan kondisi relatif terkendali.

Di Pasar Kiaracondong, harga daging sapi tercatat Rp140.000/kg dan sebagian ada menjual Rp150.000/kg untuk tipe daging has, atau sekitar 7 persen di atas harga acuan pemerintah (HAP). Harga Rp150.000/kg terpantau dijual oleh pedagang tingkat dua (penimbang), sedangkan pedagang tingkat satu yang membeli langsung dari bandar RPH menjual Rp.130.000 - Rp.140.000/kg dengan harga beli karkas Rp.105.000 - Rp.107.000/kg.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa struktur harga di hulu masih sesuai ketentuan. “Harga karkas di RPH Rp.105.000–Rp.107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” ujarnya.

Pemotongan di RPH MBC rata-rata 15 ekor per hari dan pasokan sapi siap potong dalam kondisi cukup serta aman. “Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada persoalan harga di tingkat feedlot maupun bandar sapi di RPH,”katanya.

Untuk daging ayam, harga tercatat Rp42.000/kg atau naik sekitar 5 persen dibanding HAP. Pedagang membeli ayam dari bandar di Lembang dan wilayah lainnya dengan harga Rp26.000/kg, sementara harga ayam hidup di kandang berada pada kisaran Rp22.500–Rp23.000/kg.

Makmun memastikan tidak ada kenaikan di tingkat peternak maupun perusahaan unggas terintegrasi. “Harga ayam hidup di kandang masih sesuai acuan, jadi yang perlu dijaga adalah stabilitas distribusi dan margin di hilir agar tetap wajar,” tegasnya.

Sementara itu harga telur ayam ras di Pasar Kiaracondong tercatat Rp29.500/kg dan masih berada di bawah HAP. “Telur masih di bawah harga acuan pemerintah, ini menunjukkan pasokan cukup dan produksi berjalan baik,” tambah Makmun.

Ia menekankan secara umum tidak ditemukan kenaikan harga di tingkat peternak, bandar, maupun perusahaan integrasi karena seluruhnya mengikuti harga acuan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. “Kami akan terus memantau agar rantai pasok tetap efisien dan masyarakat mendapatkan protein hewani dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Mukhlis Wahyudi, turut hadir di pasar. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha perunggasan berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga sesuai acuan pemerintah.

“Anggota Pinsar di tingkat peternak tetap mengikuti harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Kami juga memastikan distribusi ayam hidup dan karkas ke pasar berjalan lancar agar tidak terjadi gejolak harga,” jelas Mukhlis.

Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat (Apresiasi Nusantara), Baehaqi menjelaskan bahwa para Bandar berkomitmen menjaga harga karkas (brokos) sesuai arahan pemerintah diharga Rp.105.000 - Rp.107.000/kg. “Sehingga mestinya tidak ada alasan para pedagang/pengecer menjual daging melebihi angka Rp.140.000/kg, dan hal ini akan terus kami sosialisasi dan koordinasikan dengan seluruh bandar, jongko dan pengecer,” tutup Baehaqi.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH