Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Prestasi Internasional Kembali Ditorehkan, Kementan Sabet Penghargaan Bergengsi dari FAO

18/10/2025 11:00:00 Indra 573

Roma - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang FAO Global Technical Recognition 2025 yang digelar oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) di Roma, Italia, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menerima penghargaan bergengsi sebagai Institution Advancing South-South and Triangular Cooperation (SSTC) dalam kategori South-South and Triangular Cooperation, Rabu (15/10).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi FAO terhadap kontribusi BBIB Singosari sebagai lembaga teknis yang berperan aktif dalam memperkuat kerja sama antarnegara berkembang melalui transfer teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Agung Suganda, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian BBIB Singosari yang mendapatkan penghargaan dari FAO.

“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Kementan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, menekankan pentingnya kerja keras dan inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan di bidang peternakan. Kami berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi yang lainnya," ujarnya.

Sebagai Technical Provider, BBIB Singosari telah berbagi teknologi dan keahlian di bidang peternakan, khususnya teknologi Inseminasi Buatan (IB), kepada berbagai negara mitra. Melalui pelatihan, pengiriman tenaga ahli, serta penyediaan semen beku unggul berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional dan mendukung pengembangan peternakan di negara-negara di Asia, Afrika, dan kawasan Pasifik.

Sementara itu, Kepala BBIB Singosari, Akbar mengungkapkan kebahagiannya, ia mengatakan, penghargaan ini menjadikan pihaknya untuk lebih berkomitmen mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran BBIB Singosari dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) dengan berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik di bidang reproduksi ternak, sebagai wujud kontribusi kami dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di negara-negara mitra,” ujarnya.

Diketahui, BBIB Singosari merupakan pusat pelatihan dan transfer teknologi bagi negara-negara mitra dalam meningkatkan kapasitas SDM peternakan. Sebagai produsen semen (sperma ternak) beku terbesar di Indonesia yang diakui secara internasional, lembaga ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperluas jangkauan teknologi peternakan Indonesia ke tingkat global.

Salah satu keberhasilan yang mendapat perhatian FAO adalah keterlibatannya dalam program Reverse Linkage (Indonesia – IsDB – Kyrgyzstan dan sejumlah negara di Afrika), yang menjadi model kolaborasi efektif antarnegara Selatan dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan. Program ini mencerminkan semangat solidaritas dan saling belajar antarnegara berkembang untuk menciptakan sistem pangan dan pertanian yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

FAO memberikan pengakuan ini sebagai bagian dari peringatan 80 tahun organisasi tersebut pada tahun 2025, yang dirayakan melalui FAO Global Technical Recognition Ceremony di sela-sela World Food Forum (WFF).

Penghargaan ini bertujuan untuk menyoroti kepemimpinan teknis, kolaborasi, inovasi, dan praktik terbaik dalam transformasi sistem pangan-pertanian berkelanjutan di enam area utama FAO, termasuk transformasi peternakan berkelanjutan, One Health, kesehatan hewan & pusat rujukan, kerja sama Selatan-Selatan & Triangular, pengelolaan sumber daya alam, sistem pangan akuatik, serta produksi dan perlindungan tanaman serta hutan berkelanjutan.

Apresiasi ini menegaskan peran penting tidak hanya dalam mendukung swasembada daging dan susu nasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya global untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan berkeadilan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi, kolaborasi, dan keahlian teknis Indonesia mampu memberi kontribusi berarti di tingkat internasional, sejalan dengan semangat FAO untuk memperkuat solidaritas antarnegara Selatan demi ketahanan pangan dunia.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH