Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Pantau Harga Pangan di Palembang, Ayam dan Telur di Bawah HAP

27/02/2026 12:15:00 Indra 129

Palembang - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan harga pangan strategis di sejumlah pasar tradisional guna memastikan stabilitas pasokan dan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan di Pasar Rakyat Km 5 Palembang dan Pasar Rakyat Alang-Alang Lebar Km 12 Palembang yang dilakukan oleh Muhammad Imron, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa pada Rabu (25/2/2026), menunjukkan harga daging ayam, telur, dan daging sapi masih dalam kondisi relatif stabil dan stok tersedia mencukupi kebutuhan masyarakat.

Untuk komoditas daging ayam potong, harga saat ini berada di kisaran Rp37.000 per kilogram, turun dari pekan sebelumnya Rp38.000 per kilogram atau sekitar 6 persen. Jika dibandingkan dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) daging ayam sebesar Rp40.000 per kilogram, maka harga saat ini masih Rp3.000 di bawah acuan. Kondisi ini menunjukkan harga ayam masih terkendali dan tidak melampaui batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Abdul, pedagang ayam di Pasar Rakyat Alang-Alang Lebar KM 12, mengatakan penurunan harga terjadi karena pasokan lancar sementara permintaan belum meningkat signifikan. “Harga sekarang Rp37.000 per kilogram, turun dari Rp38.000 minggu lalu. Dibandingkan HAP Rp40.000, masih di bawah acuan. Stok masuk setiap hari dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp29.000 per kilogram. Harga tersebut juga mengalami penurunan dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau sekitar 6 persen. Jika dibandingkan dengan HAP telur Rp30.000 per kilogram, maka harga saat ini Rp1.000 hingga Rp2.000 lebih rendah dari acuan pemerintah.

Heni, pedagang telur di Pasar Rakyat Km 5 Palembang, memastikan ketersediaan telur masih mencukupi. “Telur sekarang Rp28.000 sampai Rp29.000 per kilogram, masih di bawah HAP Rp30.000. Pasokan masuk mingguan dan stok tetap aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Untuk komoditas daging sapi, harga saat ini berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Harga tersebut sebelumnya sempat menyentuh Rp150.000 dan kini sebagian turun menjadi Rp140.000 per kilogram, atau sekitar 6 persen. Jika dibandingkan dengan HAP, yakni Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang, maka harga Rp140.000 sudah sesuai HAP paha belakang.

Meski demikian, pedagang menyebut harga daging sapi masih dalam kategori wajar karena menyesuaikan kualitas dan jenis potongan. Pasokan daging dan ayam masuk setiap hari, sedangkan telur dipasok mingguan dari Gandus, Air Batu, dan pemasok di wilayah kabupaten yang sama. Tidak terdapat kendala distribusi hingga saat ini.

Hingga saat ini, permintaan daging ayam, telur, dan daging sapi belum menunjukkan lonjakan signifikan. Pada awal puasa, stok dipastikan tetap aman dengan pola pengiriman satu kali per hari untuk ayam dan daging, serta satu kali per minggu untuk telur. Setelah satu minggu puasa berjalan, sisa stok di akhir hari masih mencukupi dan stabil.

Muhammad Imron menegaskan bahwa secara umum harga masih dalam batas wajar dan ketersediaan stok aman. “Hasil pemantauan menunjukkan sebagian harga bahkan berada di bawah HAP, khususnya ayam dan telur. Untuk daging sapi memang ada yang sedikit di atas HAP tergantung potongan, namun stok tersedia dan distribusi lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Ramadan dan Idulfitri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga berpotensi terjadi pada pekan terakhir Ramadan, terutama untuk daging sapi dengan perkiraan 5–6 persen. Namun dengan pasokan yang tetap terjaga dan permintaan yang masih stabil, harga daging ayam, telur, dan daging sapi di Palembang saat ini dinilai masih terkendali sesuai mekanisme pasar dan acuan pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga melakukan sidak di Pasar Kebayoran. Saat sidak tersebut, ia menegaskan pemerintah akan menindak tegas pihak yang mencoba memainkan harga selama Ramadan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika ada yang menaikkan harga secara tidak wajar, pasti ditindak,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).

Koordinasi dilakukan bersama aparat penegak hukum, termasuk jajaran kepolisian dari Mabes Polri hingga tingkat Kapolres setempat untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH