Sidak Pasar di Lampung dan Bengkulu, Kementan Cek Keamanan Daging Sapi dan Ayam
Bandar Lampung — Pemerintah bersama instansi terkait memastikan ketersediaan dan keamanan pangan asal hewan tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pasar yang dilakukan di sejumlah titik di Provinsi Lampung dan Bengkulu pada Rabu (4/3/2026).
Di Kota Bandar Lampung, sidak dilakukan di Pasar Kangkung dan Chandra Supermarket. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi lintas sektor dari pemerintah pusat dan daerah.
Jihan menegaskan bahwa sidak pasar merupakan langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman dengan harga yang tetap terkendali selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan harga tetap stabil, stok tersedia, dan kualitas pangan yang dijual kepada masyarakat terjamin,” kata Jihan.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Balai Veteriner Lampung melakukan pengujian cepat terhadap produk pangan asal hewan yang beredar di pasar, khususnya daging sapi dan daging ayam.
Hasil pemeriksaan terhadap tiga pedagang daging sapi menunjukkan kondisi daging masih segar dengan nilai pH sekitar 5,5 yang berada dalam kisaran normal. Harga daging sapi di pasar terpantau berada pada kisaran Rp130.000–Rp135.000 per kilogram, masih sejalan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah, yakni Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang.
Sementara itu, pengujian terhadap tujuh pedagang daging ayam menunjukkan kondisi daging segar serta negatif formalin. Harga ayam ras tercatat berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, atau masih berada dalam batas Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram.
Selain daging, tim juga memantau harga telur ayam ras yang berada di kisaran Rp28.000–Rp30.000 per kilogram, relatif stabil dan masih mendekati HAP pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Pada hari yang sama, kegiatan pemantauan juga dilakukan di Kota Bengkulu, tepatnya di Pasar Panorama serta beberapa titik Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Timur Indah. Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Rachmi Widiriani dari Badan Pangan Nasional, bersama OPD serta instansi lintas sektoral pusat dan daerah.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menjelaskan bahwa pengujian lapangan dilakukan untuk memastikan produk pangan asal hewan yang dijual kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi.
“Pengujian cepat yang kami lakukan menunjukkan bahwa daging sapi dan ayam yang beredar di pasar dalam kondisi segar dan tidak terdeteksi bahan berbahaya seperti formalin,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang karena ketersediaan pangan tetap terjaga, kualitasnya aman, serta harganya masih dalam batas yang terjangkau.