Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Tiga BLU Kementan Raih Capaian Positif 2025, Penyerapan 2026 Dipacu

01/03/2026 08:52:00 Indra 76

Lembang — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) subsektor peternakan dan kesehatan hewan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kinerja, inovasi layanan, serta penguatan tata kelola. Hal itu dipaparkan dalam Rapat Dewan Pengawas yang digelar secara hybrid di Lembang, Jumat (27/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut disebutkan bahwa tiga BLU unggulan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yakni Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, dan Balai Inseminasi Buatan Lembang mencatat capaian kinerja positif sepanjang 2025 dan mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset untuk mendorong pendapatan. Ia menyebut realisasi kinerja 2025 telah melampaui target yang ditetapkan, dan berharap capaian serupa dapat dipertahankan pada 2026.

“Semangat ekspansif dan berkelanjutan. Kami dorong penyerapan anggaran 2026 diakselerasi pada awal TW I dan TW II, sehingga belanja dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghindari penumpukan di akhir tahun,” ujarnya.

Agung juga mengingatkan agar progres proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) segera dituntaskan dan diresmikan. Menurutnya, SBSN memiliki dampak besar tidak hanya bagi masyarakat dan balai teknis, tetapi juga bagi posisi Indonesia di tingkat internasional.

Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menyoroti pentingnya optimalisasi aset BLU, termasuk pemanfaatan lahan di Malang untuk pembangunan rumah susu.

“Daripada kosong, bisa digunakan untuk suplai SPPG, optimalisasi aset, dan menambah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, mendorong penguatan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ia menilai dukungan anggaran menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ternak nasional. “Penguatan vaksin PMK harus menjadi prioritas. Diperlukan pengalokasian anggaran yang memadai agar produksi dan distribusi vaksin berjalan optimal, sehingga perlindungan ternak dapat terjamin secara berkelanjutan,” kata Hendra.

Dari sisi kinerja teknis, BIB Lembang dinilai menunjukkan performa yang solid. Evaluasi Dewan Pengawas menekankan penguatan tata

kelola, peningkatan mutu produksi dan distribusi semen beku, serta pelayanan yang lebih responsif kepada peternak. Dengan fasilitas modern dan manajemen berbasis biosekuriti, balai ini diproyeksikan menjadi BLU unggulan dalam mendukung swasembada daging dan susu nasional.

Sementara itu, BBIB Singosari memasuki 2026 dengan agenda penguatan koordinasi internal, optimalisasi aset, serta peningkatan akuntabilitas keuangan dan integritas kelembagaan. Lembaga ini juga memperoleh pengakuan dari Food and Agriculture Organization (FAO) atas kontribusinya dalam kerja sama internasional.

Secara keseluruhan, Ditjen PKH menegaskan pentingnya sinergi antara BLU dan Dewan Pengawas, peningkatan transparansi, inovasi layanan, serta perencanaan berbasis analisis risiko. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat

ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas ternak, serta mendorong daya saing sektor peternakan Indonesia di pasar global.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH