Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Tingkatkan Kompetensi Petugas, Kementan Perkuat Perlindungn Peternak dari Ancaman Penyakit Hewan

27/01/2026 08:00:00 Pradi 106

Bukittinggi — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat perlindungan terhadap peternak melalui peningkatan kompetensi teknis petugas laboratorium dan lapangan. Langkah ini dinilai berdampak langsung bagi peternak karena memastikan deteksi penyakit hewan berlangsung cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga risiko kerugian usaha dapat ditekan.

Upaya tersebut dilakukan Balai Veteriner Bukittinggi melalui kegiatan Refresher Pengambilan dan Penanganan Sampel yang dilaksanakan secara internal pada 20–22 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menjaga mutu surveilans, pengujian, serta pelayanan veteriner agar hasil diagnosis penyakit hewan benar-benar menjadi dasar pengambilan kebijakan yang melindungi peternak.

Bagi peternak, ketepatan pengambilan dan penanganan sampel menjadi faktor krusial. Sampel yang diambil sesuai standar akan menghasilkan diagnosis yang akurat, sehingga penanganan penyakit bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Hal ini mencegah penyebaran penyakit meluas, menekan angka kematian ternak, dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha Rina Hartini mengatakan kegiatan penyegaran ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kualitas kerja petugas tetap terjaga. “Refresher pengambilan dan penanganan sampel ini sangat penting untuk memastikan setiap petugas memahami kembali prosedur yang benar, sehingga kualitas sampel tetap terjaga sejak pengambilan hingga pengujian di laboratorium,” ujar Rina, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, peningkatan kompetensi teknis aparatur merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam mendukung pengendalian dan pencegahan penyakit hewan. Dengan petugas yang kompeten, hasil pengujian laboratorium dapat menjadi rujukan yang valid bagi pemerintah daerah dan peternak dalam mengambil langkah pengendalian di lapangan.

Manajer Teknis Balai Veteriner Bukittinggi Ibenu Rahmadani menekankan bahwa kesalahan pada tahap awal pengambilan dan penanganan sampel dapat berdampak besar bagi peternak. “Melalui kegiatan ini, kami menekankan kembali pentingnya penerapan SOP, biosafety, serta teknik penanganan sampel yang tepat agar hasil pengujian akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ibenu.

Kementan menilai kegiatan ini sebagai hasil nyata penguatan sumber daya manusia yang manfaatnya langsung dirasakan peternak. Dengan layanan veteriner yang andal dan hasil pengujian yang akurat, peternak memperoleh kepastian dalam penanganan penyakit, terlindungi dari kerugian yang lebih besar, dan memiliki dasar yang kuat untuk menjaga produktivitas ternaknya.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH