Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Wamentan Sudaryono: Kementan Pastikan Peternak Jadi Pilar Swasembada Pangan

29/04/2026 15:44:00 Indra 86

Ciamis – Kementerian Pertanian terus memperkuat subsektor peternakan sebagai pilar utama swasembada pangan nasional. Melalui Dialog Perunggasan Nasional 2026 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (28/4/2026), pemerintah menegaskan komitmennya untuk memposisikan peternak rakyat menjadi pelaku utama dalam pembangunan peternakan nasional.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono akrab dipanggil Mas Dar mengatakan sektor pertanian merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sektor pertanian dan swasembada pangan adalah prioritas utama Bapak Presiden Prabowo. Kami hadir di sini untuk memastikan kolaborasi antara peternak dan pemerintah berjalan kuat demi masa depan pangan kita,” ujar Wamentan Sudaryono.

Menurutnya, Kementerian Pertanian terus bekerja agar peternak tidak berjalan sendiri menghadapi tantangan produksi maupun pasar. Pemerintah hadir melalui penguatan bibit unggul, ketersediaan pakan, pengendalian penyakit hewan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas dan berkeadilan.

Dialog langsung dengan peternak menjadi bagian penting dari langkah tersebut. Berbagai persoalan seperti fluktuasi harga pakan, kestabilan harga ayam hidup, distribusi hasil produksi, hingga regenerasi peternak menjadi perhatian utama pemerintah.

Wamentan Sudaryono menegaskan, peternak rakyat menjadi pusat dari seluruh kebijakan pembangunan peternakan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung di tingkat lapangan.

“Peternak rakyat tidak boleh hanya jadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan peternakan nasional. Pemerintah hadir untuk memastikan usaha mereka tumbuh, untung, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemilihan Kabupaten Ciamis sebagai lokasi dialog menunjukkan perhatian Kementan terhadap daerah sentra unggas nasional. Ciamis dikenal sebagai salah satu sentra ayam ras yang memiliki kontribusi besar terhadap penyediaan protein hewani utamanya di Jawa Barat.

Selain itu, wilayah Priangan Timur ini juga memiliki kekuatan pada pengembangan sumber daya manusia melalui keberadaan lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan yang aktif mencetak tenaga kerja terampil di bidang peternakan unggas.

Wamentan Sudaryono menilai, keberadaan SMK peternakan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga regenerasi peternak sekaligus memperkuat daya saing subsektor perunggasan nasional.

“Kalau anak-anak muda mau masuk ke sektor peternakan, itu artinya masa depan pangan kita aman. Kita butuh peternak muda yang cerdas, adaptif, dan siap bersaing,” katanya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan penguatan subsektor perunggasan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kualitas SDM, bibit unggul, dan keberlanjutan usaha peternak rakyat.

“Ciamis memiliki kemampuan besar karena tidak hanya menjadi sentra produksi unggas, tetapi juga memiliki dukungan SDM peternakan yang sangat baik. Ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan subsektor perunggasan nasional,” kata Hary saat mendampingi Wamentan Sudaryono.

Menurut Hary, arahan Wakil Menteri Pertanian sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat sistem peternakan dari hulu hingga hilir, mulai dari perbibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga kepastian pasar.

“Peternak rakyat harus terus diperkuat. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka memiliki akses terhadap bibit yang baik, produksi yang efisien, dan pasar yang pasti. Dengan begitu, swasembada pangan asal unggas dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan peternak rakyat,” ujarnya.

Melalui Dialog Perunggasan Nasional 2026, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penguatan peternak rakyat bukan hanya agenda sektoral, tetapi bagian penting dari strategi besar menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (*)

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH