Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Peternakan Presisi: Tinjauan Umum Penerapannya dalam Sistem Ekstensif

09/04/2026 09:23:48 Fahmi 338

Peternakan Presisi: Tinjauan Umum Penerapannya dalam Sistem Ekstensif

 

Penulis: Gloria Bernabucci, Chiara Evangelista, Pedro Girotti, Paolo Viola, Raffaello Spina, Bruno Ronchi, Umberto Bernabucci, Loredana Basiricò, Luca Turini, Alberto Mantino, Marcello Mele and Riccardo Primi

 

ABSTRAK

 

Precision Livestock Farming (PLF) atau Peternakan Presisi merupakan evolusi signifikan di sektor peternakan, yang menjanjikan transformasi manajemen pertanian dengan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi, kualitas produk, kondisi kerja, dan kesejahteraan hewan.

 

Meskipun PLF semakin banyak digunakan dalam kondisi terkontrol yang biasanya terkait dengan sistem peternakan intensif, implementasinya di peternakan ekstensif - di mana hewan terutama dipelihara di luar ruangan - merupakan tantangan. Sistem ekstensif, yang mencakup sekitar 67% lahan pertanian global, memiliki kepentingan sosial-ekonomi yang signifikan di seluruh dunia, baik dalam hal pasokan pangan maupun penyediaan dan pemeliharaan jasa ekosistem.

 

Di tingkat peternakan, Peternakan Ekstensif Presisi (PLEF) - termasuk penggunaan sensor yang dapat dikenakan, peralatan pemantauan lingkungan, dan penginderaan jarak jauh - dapat digunakan secara luas dalam pemantauan produksi, memecahkan masalah manajemen, mengatasi tantangan logis, dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, dan akhirnya dalam proses pengambilan keputusan.

 

Melalui penelusuran teks dari 710 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 1980 dan September 2024, tinjauan ini mengidentifikasi tren, teknologi, dan kesenjangan utama dalam penelitian dan pendekatan manajemen saat ini. Temuan utama menyoroti prevalensi teknologi sensor untuk memantau perilaku hewan dan kualitas padang rumput, terutama dari Australia dan Amerika Serikat.

 

Tinjauan ini menggarisbawahi potensi PLF (Protected Livestock Farming) untuk meningkatkan produksi berkelanjutan dalam sistem ekstensif, tetapi juga menyerukan lebih banyak penelitian tentang integrasi analitik data canggih dan teknologi penginderaan jauh, termasuk komputasi tepi (edge ​​computing). Temuan ini bertujuan untuk memandu penelitian dan implementasi praktis di masa mendatang, mendorong pengembangan praktik peternakan berkelanjutan secara global dengan mempertimbangkan pendekatan multispesies yang juga memperhitungkan interaksi satwa liar-ternak.

 

Sumber: https://doi.org/10.1080/1828051X.2025.2480821

 

Terbit: 24 Maret 2025

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH