Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Balai Kementan Jadi Rujukan Malaysia dalam Teknologi Inseminasi Buatan

16/04/2026 18:56:00 Indra 349

Malang — Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kementerian Pertanian (Kementan), kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi reproduksi ternak di Indonesia. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan dua program pelatihan internasional yang diikuti peserta dari Malaysia.

Program bertajuk Technical Course on Artificial Insemination Management diikuti oleh 23 peserta dan berlangsung pada 13–24 April 2026. Sementara itu, pelatihan Frozen Semen Production (Sex Sorted) diikuti oleh 10 peserta dan dilaksanakan pada 13–17 April 2026.

Kepala BBIB Singosari, Akbar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Malaysia kepada BBIB Singosari sebagai mitra pelatihan.

“Kami siap berkolaborasi dan berbagi pengetahuan, khususnya dalam teknologi inseminasi buatan dan produksi semen beku sexing. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat optimal, sekaligus menjadi momentum mempererat kerja sama antarnegara,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Yuslan bin Sanuddin dari Jabatan Perkhidmatan Veterinar Malaysia, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemajuan industri peternakan ruminansia di Indonesia, khususnya di BBIB Singosari. Ia menilai BBIB Singosari sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan terbesar di Indonesia yang didukung teknologi maju dan sumber daya yang kompeten.

“Selain memiliki fasilitas dan teknologi yang sangat baik, BBIB Singosari juga menunjukkan kapasitas sumber daya manusia yang profesional dalam pengelolaan reproduksi ternak. Pengalaman ini akan kami bagikan kepada para peternak, inseminator, akademisi, dan pemangku kepentingan di Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Ali Agus, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendorong kemajuan subsektor peternakan.

“Kerja sama seperti ini menjadi sarana strategis untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. Kehadiran BBIB Singosari telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan peternakan nasional, terutama dalam mendorong introduksi, pengembangan, dan percepatan perbanyakan ternak unggul,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BBIB Singosari terus memperkuat posisinya sebagai center of excellence dalam teknologi reproduksi ternak. Di saat yang sama, BBIB juga berperan aktif dalam memperluas kerja sama internasional guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas peternakan di kawasan regional. (*)

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH