Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Bangun Kemitraan Industri dan Peternak, Kementan Ingatkan Wajib Serap Pasar Susu Dalam Negeri

19/10/2025 11:00:00 Indra 558

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong kerja sama antara peternak, koperasi, dan industri untuk memperkuat produksi susu nasional.

Kemitraan ini dianggap penting agar hasil peternakan, terutama susu segar, bisa memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan peternak rakyat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Makmun, dalam talkshow Radio Dahlia 101.5 FM Bandung bertajuk “Kemitraan Strategis Industri dan Peternak untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Skala Bisnis Peternak”, Jumat (17/10).

Menurut Makmun, sektor peternakan memegang peranan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat Indonesia, khususnya dari sumber protein hewani. “Kami di Kementan memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan protein hewani seperti daging, telur, dan terutama susu. Susu ini menjadi perhatian utama karena posisinya yang vital bagi gizi anak bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan produksi susu nasional dengan target mampu memenuhi 80% kebutuhan dalam negeri secara mandiri.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah impor 12 ribu ekor sapi perah yang kemudian dikelola oleh koperasi dan peternak dengan mekanisme kemitraan yang saling menguntungkan.

“Pasar susu dalam negeri masih sangat luas. Kami mengajak para peternak untuk terus semangat beternak karena peluangnya besar. Komitmen Presiden untuk memperkuat kemandirian pangan harus tersambung hingga ke tingkat peternak,” tegas Makmun.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peternak dan koperasi untuk mengembangkan unit pengolahan susu agar susu segar dapat segera diolah menjadi produk pasteurisasi. “Susu ini mudah rusak, maka perlu segera diolah. Salah satu pasar yang tersedia bagi peternak dan koperasi adalah pengolahan susu menjadi pasteurisasi yang nantinya akan dikelola melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Koperasi Peternak Bandung Selatan, Aun Gunawan, menilai dukungan pemerintah membuka peluang besar bagi peternak rakyat untuk tumbuh dan bersaing. “Momentum saat ini sangat baik bagi peternak sapi perah. Kami diberikan kesempatan untuk memasarkan produk ke SPPG maupun dapur-dapur lokal.,” ujar Aun.

Ia menambahkan bahwa konsep 'produksi lokal diserap lokal’ merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah dan memperpendek rantai distribusi. “Kemitraan yang difasilitasi melalui regulasi pemerintah membuat kami lebih mudah dalam mengembangkan usaha, baik dari sisi kepemilikan, lahan, maupun pemasaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Dairy Development Operational Manager Frisian Flag Indonesia, Rikrik M. Rizki, menegaskan bahwa kemitraan antara industri dan peternak menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor susu nasional. “Kemitraan dengan peternak, yang sebagian besar bergabung dalam koperasi, merupakan hal fundamental. Selama lebih dari 15 tahun, kami melihat perkembangan yang sangat positif dengan dukungan dari pemerintah dan koperasi,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, koperasi, dan industri, subsektor peternakan diharapkan dapat menjadi salah satu tulang punggung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat di Indonesia

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH