Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Bone Menuju Mandiri Protein Lewat Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi

07/02/2026 14:12:00 Indra 94

Bone — Pemerintah Indonesia melalui kolaborasi Danantara Indonesia, Kementerian Pertanian, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi dengan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Mappesangka, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari fase pertama pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi nasional yang dilaksanakan secara serentak di enam provinsi, yakni Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara. Program strategis ini didukung Danantara Indonesia.

Khusus di Kabupaten Bone, pengembangan kawasan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 110 hektare milik PTPN. Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem peternakan ayam terintegrasi, mulai dari pembibitan, pembesaran ayam, pembangunan pabrik pakan, hingga fasilitas pemotongan, penyimpanan dingin (cold storage), dan pengolahan produk.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi penetapan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pengembangan hilirisasi nasional. Menurutnya, program ini sejalan dengan posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan Indonesia Timur.

“Program ini sangat relevan dengan peran Bone sebagai daerah penyangga pangan. Kehadiran industri hilir akan memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung investasi sekaligus pemberdayaan peternak rakyat. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok industri unggas nasional.

“Peternak tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian utama dalam rantai pasok nasional,” tegasnya.

Dari pihak Danantara Indonesia, yang diwakili Direktur Manajemen Risiko PT Sinergi Gula Nusantara, Mukh. Fakhrur Rozi, menyampaikan bahwa program hilirisasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda pembangunan nasional.

“Hilirisasi akan membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, serta membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa meskipun produksi ayam nasional saat ini berada dalam kondisi surplus pada situasi normal, peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat menuntut penguatan produksi di luar Pulau Jawa serta kehadiran negara dalam menjaga stabilitas harga sarana produksi.

“Produksi daging dan telur ayam masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan meningkatnya kebutuhan, pemerintah harus hadir membangun sistem produksi baru di daerah dan menjamin stabilitas sarana produksi bagi peternak rakyat,” jelas Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Nasrullah.

Melalui program hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah berharap produksi menjadi lebih efisien, nilai tambah komoditas meningkat, distribusi protein hewani lebih merata, serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Program Mandiri Protein di Setiap Provinsi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH