Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

FAO Nilai Laboratorium Veteriner Kementan Semakin Berkualitas

08/05/2026 21:25:00 Pradi 71

Surabaya - Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan apresiasi terhadap peningkatan kapasitas laboratorium Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan Laboratory Mapping Tool (LMT) Assessment yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026 di Surabaya.

Asesmen dilakukan oleh tim FAO yang dipimpin Chriss Morissy sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem laboratorium veteriner. Penilaian mencakup berbagai aspek penting, mulai dari manajemen mutu, penerapan biosafety dan biosecurity, kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur laboratorium, hingga kemampuan teknis pengujian dan produksi veteriner.

Seluruh staf yang terlibat dalam penerapan biosafety dan biosecurity di lingkungan BBVF Pusvetma turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, menegaskan bahwa asesmen LMT menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas layanan laboratorium secara berkelanjutan.

“Peningkatan capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim BBVF Pusvetma dalam membangun budaya mutu, memperkuat implementasi biosafety dan biosecurity, serta meningkatkan kapasitas laboratorium agar selaras dengan standar internasional,” kata Edy Budi Susila, Jumat (8/5/2026). 

Sementara itu, Ketua Tim Asesor FAO, Chriss Morissy, menyampaikan bahwa BBVF Pusvetma menunjukkan perkembangan yang positif dibandingkan hasil asesmen sebelumnya.

“Kami melihat adanya komitmen yang kuat dari BBVF Pusvetma dalam memperkuat sistem laboratorium veteriner, baik dari sisi teknis, manajemen mutu, maupun penerapan biosafety dan biosecurity. Perkembangan yang dicapai menunjukkan proses perbaikan berkelanjutan berjalan dengan baik,” ujar Chriss Morissy.

Melalui audit LMT yang digunakan FAO sebagai instrumen penilaian standar laboratorium veteriner, BBVF Pusvetma dinilai telah memenuhi kapasitas sebagai laboratorium veteriner berstandar internasional. 

Penilaian tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur, peralatan dan perlengkapan laboratorium, sistem penjaminan mutu hasil uji dan produk, serta penguatan jejaring dan kolaborasi antar lembaga.

Hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan capaian yang signifikan dibanding asesmen sebelumnya. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan upaya perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium veteriner agar semakin profesional, andal, dan memenuhi standar internasional.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan semakin memperkuat sistem kesehatan hewan nasional, mendukung pengendalian penyakit hewan, serta memperkuat implementasi pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH