Kementan IPAAO Kanada Perkuat Kolaborasi Teknis Kesehatan Hewan
Jakarta – Upaya memperkuat sistem kesehatan hewan di tengah meningkatnya tantangan global terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi internasional. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama teknis antara Indonesia dan Kanada yang berfokus pada pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta penerapan praktik terbaik di bidang kesehatan hewan.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama _Canada’s Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office_ (IPAAO) menyelenggarakan half-day workshop pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring di kantor Ditjen PKH sebagai upaya memperkuat kolaborasi teknis kedua negara di bidang kesehatan hewan.
Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Teknis serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen PKH.
Delegasi IPAAO Kanada, yang dipimpin oleh Jasmine Labelle, Agricultural Counsellor, Embassy of Canada, memaparkan materi mengenai pengenalan IPAAO dan _Canadian Food Inspection Agency_ (CFIA), serta gambaran umum program pencegahan _Bovine Spongiform Encephalopathy_ (BSE) yang diterapkan di Kanada. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim CFIA ke Jakarta pada Mei 2025, yang telah membuka berbagai peluang diskusi mengenai praktik terbaik dalam penanganan kesehatan hewan.
"Kami berharap dapat terlibat dalam dialog yang bermakna tentang bagaimana negara kita dapat bekerja sama melalui inisiatif dan program yang saling menguntungkan yang berkontribusi untuk memastikan ketahanan pangan bagi kedua negara," ujar Jasmine Labelle.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Kesehatan Hewan Hendra Wibawa menyampaikan bahwa pertukaran informasi dan pengalaman sangat penting mengingat tantangan kesehatan hewan di tingkat global yang semakin kompleks. Menurutnya, kerja sama teknis antarnegara menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas nasional dan regional untuk mencegah, mengendalikan, serta merespons penyakit hewan secara efektif.
“Tantangan kesehatan hewan saat ini bersifat lintas negara dan semakin kompleks, sehingga tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Melalui kerja sama teknis dengan Kanada, kami berharap dapat memperkuat kapasitas nasional dan regional dalam pencegahan, pengendalian, serta respons terhadap penyakit hewan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Hendra Wibawa.
Selain itu, kerja sama yang kuat juga diharapkan dapat mendukung perdagangan pertanian dan pangan yang aman serta berkelanjutan antara Indonesia dan Kanada.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depan semakin terjalin kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan IPAAO Kanada, salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas sekaligus meningkatkan wawasan teknis para pemangku kepentingan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.