Kementan Siapkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Papua Selatan
Merauke — Pemerintah mempercepat penguatan kemandirian pangan nasional dengan menyiapkan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Papua Selatan. Kementerian Pertanian mulai melakukan survei lahan di Kabupaten Merauke sebagai tahap awal pembangunan industri perunggasan terintegrasi yang diharapkan menopang pasokan unggas nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Survei yang dilaksanakan Selasa (30/12/2025) ini mencakup empat lokasi lahan milik pemerintah daerah dan swasta yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan industri hilirisasi ayam. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis sebelum program direalisasikan.
Ketua Tim Survei Lahan Papua Selatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Shinta Dewi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap program ini dapat memperkuat subsektor peternakan daerah, memenuhi kebutuhan produk unggas nasional, sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Shinta.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan, dan Kelautan (DP2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino, menyebut pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Pemerintah Provinsi Papua Selatan sangat mendukung pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi ini. Program ini diharapkan dapat memperkuat subsektor peternakan lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah, dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua Selatan,” ujar Paino.
Dalam perencanaan awal, Desa Yaba Maru, Kecamatan Tanah Miring, direncanakan menjadi lokasi pembangunan pabrik pakan. Sementara itu, Desa Salor Indah, Kecamatan Kurik, disiapkan untuk pengembangan Parent Stock (PS), hatchery, serta Final Stock Layer (pullet).
Melalui program ini, Kementerian Pertanian menargetkan terbentuknya sistem perunggasan terintegrasi di Papua Selatan yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi penggerak baru perekonomian kawasan timur Indonesia.