Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Faktor-Faktor Pendorong Pembangunan Peternakan Berkelanjutan di Indonesia: Studi tentang Komoditas Sapi Pedaging

30/04/2026 11:24:52 Indra 49

Faktor-Faktor Pendorong Pembangunan Peternakan Berkelanjutan di Indonesia: Studi tentang Komoditas Sapi Pedaging

 

BIO Web Conference, Volume 88, 2024, The 10th International Conference of Innovation in Animal Science (ICIAS 2023)

 

Penulis: Amam Amam, Muchamad Luthfi, Koko Wisnu Prihatin, dan Tian Jihadhan Wankar

 

Abstrak

Faktor-faktor pendorong pembangunan peternakan sapi pedaging skala kecil meliputi kebutuhan konsumsi dan ketersediaan pasar, kebijakan pemerintah dan dukungan kelembagaan, sosial dan budaya dari masyarakat, ketersediaan sumber pakan ternak, ketersediaan industri hulu dan hilir, serta daya dukung daerah dan penggunaan teknologi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor pendorong terhadap pembangunan peternakan berkelanjutan pada komoditas sapi pedaging.

Variabel penelitian terdiri dari faktor-faktor pendorong (X) dan lima dimensi pembangunan peternakan berkelanjutan, yaitu dimensi ekologis (Y1), dimensi ekonomi (Y2), dimensi sosial dan budaya (Y3), dimensi kelembagaan (Y4), dan dimensi teknologi (Y5). Data penelitian diperoleh melalui Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), pengisian kuesioner, dan wawancara. Responden penelitian terdiri dari 60 peternak sapi pedaging skala kecil dengan kepemilikan 7-60 ekor di Kabupaten Bondowoso. Data dianalisis sebagian menggunakan regresi linier sederhana dengan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor pendorong memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan peternakan berkelanjutan, terutama pada dimensi ekologis sebesar 0,492, dimensi ekonomi sebesar 0,376, dimensi sosial dan budaya sebesar 0,327, dan dimensi kelembagaan sebesar 0,442. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor pendorong pengembangan peternakan berkelanjutan patut mendapat perhatian semua pemangku kepentingan dalam komoditas ternak sapi pedaging, misalnya, pada dimensi ekologis, petani mampu mengelola dan mengolah limbah ternak untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. 

Pada dimensi ekonomi, petani mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan usaha peternakan. Pada dimensi sosial dan budaya, mampu mendorong partisipasi anggota keluarga dalam usaha peternakan. Pada dimensi kelembagaan, petani aktif berpartisipasi dalam program pembinaan dan penyuluhan peternakan.

 

Kata kunci: sapi pedaging, usaha peternakan, ruminansia, pengembangan peternakan berkelanjutan

 
Tanggal terbit: 22 Januari 2024

Sumber: https://doi.org/10.1051/bioconf/20248800031

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH