Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Kemampuan Deteksi Dini, Masyarakat Kian Terlindungi dari Ancaman Rabies

16/01/2026 16:02:00 Indra 77

Banjarbaru – Dalam upaya memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman rabies, Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner Banjarbaru melaksanakan pelatihan pengambilan sampel otak anjing bagi tenaga medik dan paramedik veteriner. Pelatihan ini tidak sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memastikan masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan hewan dan keamanan publik yang lebih baik.

Kegiatan yang digelar pada akhir tahun lalu ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Sodirun, dengan tujuan meningkatkan kesiapan teknis petugas dalam surveilans dan monitoring rabies di wilayah kerja mereka.

“Pelatihan ini memperkenalkan metode pengambilan sampel otak yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan. Tujuannya agar seluruh petugas medik dan paramedik dapat bekerja lebih efektif, sekaligus meminimalkan risiko dan kontaminasi sampel. Dengan SDM yang terlatih, monitoring rabies dan investigasi kasus gigitan HPR dapat berjalan lebih optimal,” tutur Sodirun di Kantor Balai Veteriner Banjarbaru, Kamis (15/1/2026).

Rabies tetap menjadi ancaman serius di beberapa daerah, terutama bagi warga di wilayah yang memiliki populasi anjing liar tinggi. Melalui peningkatan kompetensi petugas lapangan, proses identifikasi dan pengendalian penyakit bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga potensi penyebaran ke manusia dapat ditekan. Ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab negara dalam melindungi keselamatan warganya.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan juga menonjolkan inovasi lokal. Alat sederhana hasil modifikasi staf Balai Veteriner Banjarbaru — seperti paku besar, cutter, gunting, sedotan besar, dan tabung sampel — memungkinkan petugas di lapangan bekerja efektif tanpa ketergantungan pada peralatan mahal.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Teknis Balai Veteriner Banjarbaru, Ichwan Yuniarto, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari sistem pengawasan penyakit yang berkelanjutan.

“Standarisasi teknik pengambilan sampel sangat penting untuk mempercepat dan meningkatkan ketepatan diagnosis rabies,” jelas Ichwan.

Melalui langkah ini, Kementan memastikan setiap kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dapat ditangani dengan cepat, dari pengambilan sampel hingga kepastian hasil laboratorium.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa kesehatan hewan adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, program pelatihan seperti ini bukan hanya memperkuat kapasitas individu petugas medik dan paramedik, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin ketahanan kesehatan nasional melalui pendekatan One Health — kolaborasi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH