Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Pengawasan Pakan Nasional, Amankan Pasokan Protein Hewani untuk MBG

12/02/2026 09:00:00 Indra 67

Jakarta — Kementerian Pertanian memperkuat sistem pengawasan mutu pakan nasional untuk menjamin pasokan protein hewani berkualitas bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan ini dilakukan dari hulu produksi agar pasokan susu, telur, dan daging tetap aman, sehat, dan berkelanjutan.

Pengawasan menyeluruh ini penting karena mutu pakan berbanding langsung dengan kesehatan ternak serta kualitas produk hewani yang dikonsumsi masyarakat.

Penguatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pejabat Fungsional Pengawas Mutu Pakan (WASTUKAN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI pada Rabu (11/2/2026). Rakornas digelar secara daring dan luring dengan tema “Peran Pengawas Mutu Pakan dalam Mewujudkan Pakan yang Aman dan Berkualitas.”

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan bahwa pakan merupakan komponen paling krusial dalam usaha peternakan.

“Pakan adalah kebutuhan utama dalam usaha peternakan. Biaya pakan bisa mencapai 50 sampai 70 persen dari total biaya produksi. Karena itu, pengelolaan pakan harus dilakukan secara baik, efisien, dan tetap menjamin mutu serta keamanannya,” tegas Tri Melasari.

Ia menambahkan bahwa mutu dan keamanan pakan berperan langsung terhadap kesehatan ternak, produktivitas, serta keberlanjutan sektor peternakan nasional.

“Mutu dan keamanan pakan sangat menentukan kesehatan ternak. Jika ternaknya sehat, maka produksi susu, telur, dan daging juga optimal. Di sinilah peran WASTUKAN menjadi sangat penting sebagai garda terdepan pengawasan,” ujarnya.

Selain penguatan pengawasan, pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan bahan pakan lokal di setiap daerah. Pendataan dan pemetaan bahan baku lokal diperkuat untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkokoh ketahanan pakan nasional.

Untuk mendukung efisiensi produksi protein hewani nasional, pemerintah tengah mengembangkan program Ayam Merah Putih sebanyak 600 ekor per kelompok dengan total 830 kelompok peternak di seluruh Indonesia. Skala program tersebut mendorong penerapan strategi efisiensi, salah satunya melalui formulasi pakan mandiri (self-mixing).

Koordinator WASTUKAN Nasional, Puguh Susilo, menyampaikan bahwa Rakornas 2026 menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi, konsolidasi pengawasan, serta berbagi informasi antarwilayah.

“Rakornas WASTUKAN 2026 kami harapkan mampu membangun sinergi yang solid antara WASTUKAN di UPT dan daerah. Dengan koordinasi yang kuat, pengawasan mutu dan keamanan pakan dapat berjalan optimal, sehingga kesehatan ternak terjaga dan produksi protein hewani untuk mendukung MBG dapat terpenuhi,” ujar Puguh.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi WASTUKAN di daerah agar komunikasi lebih efektif dan mendukung pengembangan kompetensi serta karier pejabat fungsional.

Dengan pengawasan pakan yang semakin solid, pemerintah menargetkan pasokan protein hewani nasional tetap aman dan stabil sebagai penopang keberhasilan program MBG.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH