Teknik Flushing untuk Tingkatkan Produktivitas

  • 13 Juni 2016, 14:27 WIB
  • /
  • Dilihat 3408 kali

Pemeliharaan ternak kebanyakan masih dilakukan secara tradisional di tingkat peternak. Kondisi itu ditandai dengan pola pemberian pakan yang masih asal-asalan. Padahal pemberian pakan yang baik sangat mempengaruhi produktivitas ternak.

Misalnya saja pada kambing atau domba yang memiliki genetik untuk melahirkan anak lebih dari satu tetapi karena asupan pakan yang diberikan tidak mencukupi pada akhirnya potensi genetiknya tidak bisa dioptimalkan. Imbasnya, anak yang dilahirkan kambing atau domba hanya satu atau jika lebih dari satu tingkat mortalitasnya tinggi.

Komang G Wiryawan, Dosen dan Peneliti Ilmu Nutrisi Ternak Institut Pertanian Bogor bersama tim telah mengujicobakan pemberian energi tinggi di pakan atau disebut flushing pada ternak khususnya kambing dan domba. “Melalui penelitian flushing ini diharapkan dapat membantu peternak agar produktivitas ternaknya lebih tinggi. Misalnya kalau biasanya satu kali melahirkan kambing atau domba anaknya hanya 1 atau 2 ekor dengan teknik ini bisa dioptimalkan menjadi 3 bahkan 4 ekor anak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, teknik flushing yang digunakan yakni melalui peningkatan kualitas pakan terutama protein dan energi yang diberikan saat ternak dikawinkan dan selama proses kebuntingan. “Konsepnya kalau di ternak itu ada namanya Body Condition Score (BCS), kalau BCS-nya terlalu rendah ketika dikawinkan akan banyak kegagalan,” katanya.

BCS dapat diidentifikasi dari penampakan ternak, misalnya dari tulang punggung, tulang rusuk, maupun lingkar dadanya. Adapun skor BCS pada ternak yaitu 1-5. Caranya, BCS dari tulang punggung misalnya kalau ditekan masih terasa tulangnya berarti kurus, kemudian tulang rusuknya menonjol, itu biasanya BCS-nya 1-2. Kalau ternaknya gemuk BCS-nya di atas 3.

Komang menekankan, flushing lebih cocok diberikan kepada indukan yang bobotnya di bawah normal atau memiliki BCS 1-2. Karena kalau BCSsudah di atas 3 maka pemberian flushing tidak lagi memberikan pengaruh yang signifikan.

Flushing dilakukan sebelum perkawinan agar dapat mempertahankan bobot badan induk. Bahkan jika flushing terus diberikan saat bunting dapat mencegah penurunan bobot setelah melahirkan, sehingga induknya bisa lebih cepat kawin lagi atau lambing interval atau jarak kelahirannyajadi lebih singkat. Misalnya pada kambing atau domba sebaiknya dalam kurun 2 tahun bisa 3 kali beranak karena membutuhkan waktu 5 bulan bunting dan 1 bulan untuk persiapan kawin lagi.

Menurut pria yang meneliti teknik flushing ini di 2011 lalu pada kambing dan domba, sebetulnya teknik flushing sudah lama dilakukan di luar negeri. Kalau di luar negeri teknik flushing biasa dilakukan dengan pemberian biji-bijian yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Namun sayangnya teknik flushing dengan karbohidrat menurut Komang kurang sesuai untuk diterapkan di Indonesia.

Kalau di Indonesia memakai karbohidrat sebagai flushing akan menghasilkan panas metabolisme yang tinggi. Padahal udara di lingkungan sudah panas sehingga bisa membuat ternak jadi stres. ”Karena itu kami melakukan flushing dengan pemberian asam lemak tak jenuh, yang energinya 2,25 kali lebih tinggi dari karbohidrat namun panas yang dihasilkan lebih rendah,” ungkap Komang.

Teknik Flushing

Teknik flushing yang diaplikasikan yakni dengan memberikan penambahan asam lemak tak jenuh yang bersumber dari minyak sawit, bunga matahari, atau minyak kedelai. ”Dari pengujian yang sudah dilakukan yang paling bagus jika menggunakan minyak dari biji bunga matahari,” ujar Komang.

Lebih dalam ia menerangkan, di pakan yang diberikan pada kambing atau domba ditambahkan 4 % asam lemak dari total ransum atau sekitar 50 gram. ”Di ransum pakan sudah ada kandungan lemaknya, jadi hanya perlu ditambahkan minyak bunga matahari di atas pakan sekitar 20 gram per hari per ekor induk,” ungkap Komang.

 

Sumber: https://www.trobos.com/detail_berita.php?sir=77&sid=6120

Logo

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Harsono RM No.3
Gedung C Lt 6 - 9, Ragunan, Kec. Pasar Minggu,
Kota Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

Tlp: (021) 7815580 - 83, 7847319
Fax: (021) 7815583

[email protected]
https://ditjenpkh.pertanian.go.id/

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Copyright © 2021 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian - All Rights Reserved

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset