• Beranda
  • Berita
  • BBIB Singosari, Gencarkan Eskpor Semen Beku Hingga Kembangkan Wisata Agro

BBIB Singosari, Gencarkan Eskpor Semen Beku Hingga Kembangkan Wisata Agro

  • 07 Juni 2016, 11:08 WIB
  • /
  • Dilihat 2519 kali

MALANG, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari terus gencarkan ekspor semen beku hasil produksinya hingga kembangkan wisata berbasis agro di Balai tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh kepala balai Drh. Enniek Herwiyanti, MP pada saat kunjungan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) beserta jajaran Eselon II dan Kepala UPT lingkup Ditjen PKH, dimana pada tanggal 2 juni 2016 tersebut juga diselenggarakan rapat pimpinan lingkup Ditjen PKH, setelah selesai acara puncak Hari Susu Nusantara di Malang.

BBIB Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dengan pengalaman lebih dari dua puluh delapan tahun memproduksi semen beku dari sembilan bangsa sapi (Limousin, Simental, Aberdeen Angus, Brangus, Brahman, Ongole, Madura, Bali dan Friesien Holstein) dan dua bangsa kambing (Peranakan Ettawa dan Boer). BBIB Singosari memiliki motto "Setetes Mani Sejuta Harapan" senantiasa memproduksi semen beku berkualitas sesuai dengan SNI 01-4869,1-2008, dengan menggunakan bahan pengencer yang berkualitas dan mesin - mesin modern.

Drh. Enniek Herwiyanti, MP mengatakan tugas dan fungsi pokok BBIB adalah menghasilkan semen beku ternak untuk inseminasi buatan atau kawin suntik. Tugas dan fungsi tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan populasi ternak. “Tusi BBIB menghasilkan semen beku untuk IB, hal ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan populasi ternaknya”, ungkapnya

BBIB Singosari dari awal telah memproduksi semen beku sebanyak 39 juta dosis dan telah didistribusikan sebanyak 35 juta dosis sehingga pada saat ini hingga Mei 2016 stock yang ada sekitar 4 juta dosis. UPT dibawah Ditjen PKH yang memproduksi semen beku lainnya yaitu Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dengan stock sekitar 3 juta dosis. Sehingga saat ini stock nasional sekitar 7 juta dosis. Potensi ekspor terus dikembangkan melalui jalinan peluang kerjasama dengan berbagai pihak.

“BBIB Singosari terus genjot peluang ekspor, kita jalin kerjasama dengan berbagai pihak”, tambahnya.

Pada tahun 2015, Indonesia telah mengekspor 1.200 dosis semen beku dalam straw ke Kyrgyztan dan kedepan kerjasama tersebut masih terus terjalin dengan di tandanganinya Record of Discussion (RoD) antara Indonesia dengan Kyrgyztan. Indonesia akan mengirim tenaga ahlinya ke Krygztan selama 2 bulan sedangkan Kyrgztan akan membeli semen beku dari Indonesia. Selain itu, BBIB Singosari pun sedang menjajaki peluang ekspor ke Negara tetangga yaitu Malaysia. Adapun, harga per straw dosis sperma yaitu Rp 7.000 untuk yang dijual di dalam negeri, dan Rp 30.000 untuk yang diekspor ke luar negeri.

Peluang ekspor dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di BBIB Singosari. Setelah pulang, para peserta dibekali straw semen beku untuk dapat dipraktekkan dinegara asal para peserta. Enniek berharap dengan seperti itu, para peserta akan melihat hasilnya sendiri sehingga percaya dengan kualitas semen beku produksi Indonesia.

“kita laksanakan pelatihan IB di Balai, pulangnya peserta kita bekali container (tabung semen beku) kecil untuk mereka coba dinegara asal. Para peserta pelatihan bisa melihat sendiri hasilnya dan percaya kualitas semen beku kita. Seperti Krygyztan yang sudah menjalin kerjasama dengan kita. Kita kirim tenaga ahli mereka beli produk kita” jelas Enniek.

Selain itu BBIB Singosari juga mengembangkan wisata berbasis agro. Para pengunjung dapat melihat proses pengambilan sperma untuk semen beku, produksi semen beku dan juga melihat ternak-ternak unggul koleksi balai. Informasi aktifitas balai disajikan secara audiovisual dan melihat aktifitas dengan menggunakan kereta biosecurity. Wisata agro di kawasan peternakan BBIB Singosari terus dikembangkan sebagai sarana edukasi khususnya bagi pelajar dan mahasiswa maupun bagi masyarakat luas. IB merupakan program Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk mendongkrak populasi sapi dalam negeri. Proses sosialisasi terus dilakukan pada masyarakat maupun peternak melalui wisata agro, bimbingan teknis dan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan sehingga pelaksanaan program IB terus berkembang luas.

(Ismatullah Salim, S.Pt., Yuliana Susanti, S.Pt., M.Si – Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan

Logo

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Harsono RM No. 3 Gedung C Lantai 6 - 9, Ragunan
Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan
Provinsi Daerah Khusus Jakarta 12550

Tlp: (021) 7815580 - 83, 7847319
Fax: (021) 7815583

[email protected]
https://ditjenpkh.pertanian.go.id/

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Copyright © 2021 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian - All Rights Reserved

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset