Jakarta, Kementerian Pertanian bersinergi dengan LPP PBNU dalam mengembangkan korporasi peternakan rakyat untuk mensukseskan program utama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2022 yakni mencapai ketersediaan akses dan konsumsi pangan yang berkualitas, Nilai Tambah dan Daya Saing Industri. Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Makmun pada saat menerima kunjungan LPP PBNU di Kanpus Kementan. (27/10)
Makmun menyampaikan melalui korporasi peternakan rakyat menjadi kunci penting dalam upaya pemberdayaan sumber daya lokal untuk menjamin keberlanjutan produksi peternakan.
Ketua LPP PBNU , Al Amin Nasution berkomitmen untuk ikut berkontribusi terhadap program pemerintah di sektor peternakan.
"Bersama pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, kami PBNU aktif untuk mengerakkan perekonomian mikro dan membina peternak." terangnya.
Lanjut Al Amin selama bertahun-tahun, warga NU hadir ke pelosok daerah untuk mencari potensi besar pada sektor peternakan. Terlebih untuk mengembangkan produksi pangan hewani secara nasional.
"Kami memiliki 500 cabang LPC PBNU" terangnya.
Al Amiin juga menyampaikan akan melaksanakan Muktamar Nasional pada tanggal 23 sd 25 Desember 2021 di Lampung. Dalam ikut berpartisipasi dalam program pertanian, akan digelar booth yang menampilkan usaha usaha pertanian dan peternakan.
"Kami berharap Ditjen PKH dapat mengisi booth tersebut" ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan , Nasrullah sangat mengapresiasi PBNU dalam berperan aktif dalam mendukung program pertanian khususnya peternakan.