• Beranda
  • Berita
  • Dukung Upsus SIWAB, Dirjen PKH Kementan Bersama Gubernur Sumbar Resmikan Ranch Sapi Bali Di Pasaman Barat

Dukung Upsus SIWAB, Dirjen PKH Kementan Bersama Gubernur Sumbar Resmikan Ranch Sapi Bali Di Pasaman Barat

  • 04 Maret 2017, 07:42 WIB
  • /
  • Dilihat 1680 kali

Pasaman Barat_(04/03/2017), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Drh. I Ketut Diarmita, MP bersama dengan Gubernur Sumatera Barat resmikan farm peternakan (ranch) sapi Bali yang dibangun terintegrasi dengan UPT Pembibitan Sapi di Air Runding menjadi pusat pengelolaan hewan ternak, sehingga Sumatera Barat memiliki dua ranch pembibitan sapi yakni di Padang Mangatas Kabupaten 50 Kota dan di Air Runding di Pasaman Barat. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH saat menghadiri acara peresmian Farm Peternakan di Air Runding Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu tanggal 4 Maret 2017.

Dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Bupati Pasaman Barat beserta jajarannya, tokoh Masyarakat dan peternak ini Dirjen PKH mengatakan, program pengembangan sapi di Sumatera Barat sudah sangat sejalan dengan pembangunan peternakan nasional sesuai yang tertuang dalam nawacita Presiden Joko Widodo. Lebih lanjut Dirjen PKH menyampaikan, salah satu kegiatan penting pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada peningkatan populasi untuk mencapai swasembada protein hewani asal ternak. Peningkatan populasi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan dari impor dan sekaligus mendukung Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia. “Untuk mensukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat”, kata Dirjen PKH.

I Ketut Diarmita menjelaskan, di tengah-tengah keterbatasan anggaran Pemerintah, maka pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang lebih banyak melibatkan peran aktif masyarakat. “Tuntutan atas capaian kinerja program dan kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya produksi daging sapi/kerbau, semakin tinggi. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh untuk mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau di Indonesia yang saat ini sekitar 13,5 juta ekor adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di dalam negeri,” kata I Ketut Diarmita.

Kegiatan Upsus Siwab ada di 34 Provinsi di Indonesia. “Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan kebuntingan 3 juta ekor sapi pada tahun 2017, sehingga suatu saat nanti Indonesia bisa mengekspor daging ke luar negeri sebab Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor daging”, ungkap I Ketut Diarmita.

Sejalan dengan hal tersebut Ditjen PKH kembali mengatakan, “Untuk itu, Upsus Siwab ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Saya berharap semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, swasta dan peternak bergerak semua ikut mensukseskannya,” himbaunya. Lebih lanjut disampaikan, khusus untuk Sumatera Barat target jumlah akseptor sebanyak 111.293 ekor dengan jumlah kebuntingan 75.659 ekor dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 61.300 ekor. Sedangkan untuk Kabupaten Pasaman Barat target akseptor 4.615 ekor dengan jumlah kebuntingan dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 3.091 ekor.

Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan merupakan salah satu bidang pertanian yang lebih banyak mengurusi komoditas yang bersifat demand driven, yang berarti komoditas tersebut akan terus dibutuhkan dan diminta oleh masyarakat, seiring dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan populasi ternak sapi potong, I Ketut Diarmita menyampaikan, dilakukan melalui usaha budidaya dan usaha pembibitan. “Usaha budidaya selama ini telah dilakukan oleh peternak rakyat yang mencapai 98% (ST2013, BPS) dengan skala kepemilikan 2-4 ekor dan dilakukan secara semi intensif. “Pola usaha ini tentunya yang perlu ditingkatkan, baik skala usaha maupun dari sisi management usaha yang lebih baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan peternak” jelas I Ketut Diarmita.

"Peran swasta dan masyarakat sangat diharapkan dalam usaha pembibitan, namun kondisinya usaha pembibitan belum diminati oleh para investor mengingat perputaran modal (Return Of Invesment) cukup lama. Untuk itu pemerintah yang mengambil alih untuk melakukan usaha pembibitan," tambahnya.

Ditjen PKH  saat ini mengelola 10 (sepuluh) UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perbibitan, yaitu 3 UPT penghasil benih dan 7 UPT penghasil bibit yang hasilnya untuk disebarkan ke peternak dalam rangka meningkatkan kualitas produksi daging sapi potong.  Selain UPT milik Pusat, juga dikembangkan UPT Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memicu perkembangan populasi sapi di Indonesia sehingga dapat meningkat terus dari tahun ke tahun.

"Kami sangat mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemda Sumatera Barat dalam menbangun Farm Peternakan sapi ini, terutama untuk meningkatkan populasi sapi potong di Sumatera Barat, sehingga Indonesia tidak tergantung lagi dari negara lain dalam memenuhi kebutuhan daging sapi," ungkapnya. "Saya berharap pembangunan Farm Peternakan yang ada di Provinsi Sumatera Barat dapat menjadi pilot project bagi provinsi-provinsi lain dalam mengembangkan populasi sapi potong," harapnya. 

"Semoga dengan diresmikannya Farm Peternakan ini dapat meningkatkan populasi sapi yang ada di Sumatera Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," ucap Dirjen PKH.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadis PKH) Provinsi Sumbar Renaldy menyampaikan, UPT ini adalah UPTnya Gubernur, sedangkan Padang Mangatas adalah UPTnya Dirjen PKH. Ranch yang dibangun dalam waktu 2 tahun ini menggunakan dana dari APBD dan APBN. “Mudah-mudahan ranch ini mendapat dukungan dari semua pihak karena akan dijadikan  wisata angro pangan, yaitu tempat produksi pangan dan pembelajaran”, ujar Renaldy. Renaldy berharap keberadaan ranch ini dapat meningkatkan pembibitan dan budidaya peternakan lebih bekompeten dan bisa bersaing dengan sapi impor.

Bupati Pasaman Barat menyampaikan, kedatangan Dirjen PKH sebagai cambuk untuk mengembangkan bidang peternakan yang lebih baik. “Kami masih punya lahan yang cukup luas jika dibutuhkan untuk pengembangan peternakan. Ini adalah kebanggaan Sumatera Barat kususnya Pasaman Barat,” ucap Bupati Pasaman Barat. Selanjutnya Bupati Pasaman Barat mengharapkan kepada setiap kecamatan agar bisa mengembangkan ternak sapi tidak hanya di Air Runding, sehingga kedepan bisa memproduksi secara besar-besaran.

Gubernur Sumbar Prof. Dr. H. Irwan Prayitno. M.Si Psy mengatakan harapannya semoga keberadaan farm ini dapat melengkapi ranch di Padang Mangatas untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, serta dapat mempercepat swasembada daging sapi di Indonesia. “Selain itu ranch ini diharapkan dapat mensejahterakan peternak di Sumbar karena dapat mendukung pembangunan di bidang pertanian secara umum, yaitu pertanian akan tumbuh dengan adanya pengolahan kotoran ternak menjadi kompos” kata Irwan Prayitno. 

Gubernur Sumbar kembali menegaskan, farm ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tapi juga untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah. Sumatera Barat mempunyai program satu petani satu ternak sapi.  “Program ini harus diberdayakan kepada seluruh masyarakat, bisa per kelompok, yayasan dan pengusaha, serta investor yang berminat," ucapnya.

Lebih lanjut Gebernur Sumbar menyampaikan harapannya, semoga ranch yang dibangun ini bisa menjadi yang terbaik dan bisa bersaing dengan sapi impor lainnya karena bibit yang dihasilkan tentunya unggul,” kata Gubernur Sumbar. “Untuk mensukseskannya, perlu dukungan semua pihak, dan semua kegiatan akan kita dukung terutama untuk petani  dan masyarakat” ujarnya.

"Mohon kiranya UPTD Pembibitan Ternak Unggul dan HPT ini dijaga baik dan dikembangkan, jangan dibiarkan tidak terurus," tutupnya.

 

 

Contact Person:

Yuliana Susanti, SPt, MSi (Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)

Logo

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Harsono RM No. 3 Gedung C Lantai 6 - 9, Ragunan
Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan
Provinsi Daerah Khusus Jakarta 12550

Tlp: (021) 7815580 - 83, 7847319
Fax: (021) 7815583

[email protected]
https://ditjenpkh.pertanian.go.id/

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Copyright © 2021 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian - All Rights Reserved

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset