• Beranda
  • Berita
  • Kyrgyztan Berterimakasih Telah Dibantu Indonesia Dalam Bidang Inseminasi Buatan

Kyrgyztan Berterimakasih Telah Dibantu Indonesia Dalam Bidang Inseminasi Buatan

  • 14 Juni 2016, 14:52 WIB
  • /
  • Dilihat 1453 kali

MALANG, Kyrgyztan sampaikan rasa terimakasihnya karena telah diberikan bantuan oleh Indonesia berupa pelatihan dan pengiriman tenaga ahli untuk peningkatan kapasitas di bidang Inseminasi Buatan (IB). Kegiatan ini terselenggara dalam kerangka kerjasama Reverse Linkage on the Strengthening of the Artificial Insemination of Cattle antara Indonesia, Kyrgyztan dan Islamic Development Bank (IDB).

Direktur Perbibitan Kementerian Pertanian Republik Kyrgyztan Mamev Sulaiman menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah Indonesia karena telah memberikan bantuan teknis berupa pelatihan dibidang IB. Sulaiman menjelaskan di Kyrgyztan peternakan sebelumnya dikuasai oleh negara, setelah tahun 1991 memisahkan diri dari Rusia, peternakan dimiliki oleh peternak rakyat (pribadi) maupun swasta.

“Kita datang dengan niat mendapatkan ilmu tambahan, dan dapat kita manfaatkan dimasa depan. Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia atas kerjasama yang terjalin”, ungkap Sulaiman.

Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Drektorat Jenderal PKH yang mendapatkan tugas sebagai implementing agency kerjasama tersebut. Periode kali ini BBIB Singosari menyelenggarakan Training on Pregnancy Diagnose of Cattle untuk 19 (Sembilan belas) orang peserta danTraining on Bull Management and Feed Preservation untuk 5 (lima) orang peserta yang dilaksanakan dari tanggal 24 Mei hingga 13 Juni 2016 di Malang. Program ini telah dimulai sejak tahun 2015 dan selama program berlangsung Indonesia telah melatih sebanyak 86 (delapan puluh enam) peserta dari Kyrgyztan yang berasal dari berbagai macam latar belakang yaitu officer, akademisi, petugas teknis, praktisi dan kalangan bisnis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Dr. Ir. Muladno, MSA dalam sambutannya pada acara closing ceremony Training on Pregnancy Diagnose of Cattle di Malang (11/6), menyampaikan Indonesia telah mengirimkan empat orang tenaga ahlinya untuk memberikan pendampingan melalui kegiatan workshop dan technical assistance management IB di Kyrgyztan. Dalam waktu dekat Indonesia akan mengirimkan kembali tenaga ahli (expert) yang lain untuk memberikan pendampingan dalam hal produksi semen beku dan program lain yang terkait.

“kita telah kirim 4 orang ke Kyrgyztan, dalam waktu dekat kita kirim lagi nanti”, ungkap Muladno.

Muladno menambahkan sangat bersyukur bahwa melalui program reverse linkage ini, Indonesia telah memberikan peranan untuk mendukung pembangunan sektor peternakan di Kyrgyztan. Lebih lanjut training ini juga merupakan sarana untuk membangun jaringan antara Kyrgyztan dan Indonesia, melalui interaksi antara peserta dengan panitia dan nara sumber yang terlibat diharapkan akan terbuka jaringan kerjasama yang lebih luas.

Dalam waktu dekat (sekitar Agutus) Indonesia akan merealisasikan export semen beku ke Krygyztan sebanyak 10 ribu dosis. Sebelumnya melalui pelatihan Indonesia telah mengekspor semen beku sebanyak 3.700 dosis. "Kami berharap peserta training dapat mengembangkan program kerjasama lebih lanjut antara Indonesia dan Kyrgyztan" ungkap Muladno. 

“Kita tunggu realisasi dari Kyrgyztan yang akan impor semen beku dari Indonesia sebanyak 10ribu dosis”, tambah Muladno

Deputi bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan yang diwakili oleh Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional, Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam pelaksanaan Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (KSST) didasari pada landasan konstitusi Indonesia, pembukaan Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia dan menjadi landasan dalam pelaksanaan hubungan internasional Indonesia yang bebas aktif. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan dan strategi politik luar ngeri Indonesia dalam rangka mencapai sasaran pembangunan yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yaitu meningkatkan peran Indonesia dalam KSST.

(Ismatullah Salim, S.Pt., Yuliana Susanti, S.Pt., M.Si – Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan)

 
Logo

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Harsono RM No. 3 Gedung C Lantai 6 - 9, Ragunan
Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan
Provinsi Daerah Khusus Jakarta 12550

Tlp: (021) 7815580 - 83, 7847319
Fax: (021) 7815583

[email protected]
https://ditjenpkh.pertanian.go.id/

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Copyright © 2021 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian - All Rights Reserved

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset