Kementan Gandeng IPB dan UGM, Perkuat Perlindungan Kesehatan Hewan di Tanah Papua
Yogyakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat perlindungan kesehatan hewan di Tanah Papua melalui kolaborasi Balai Veteriner Jayapura dengan IPB University dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kolaborasi tersebut diarahkan agar layanan kesehatan hewan semakin kuat dan memberi manfaat nyata bagi peternak serta masyarakat. Fokusnya mencakup penguatan laboratorium veteriner, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset penyakit hewan dan zoonosis, hingga pelayanan dan pendampingan di lapangan.
Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, menegaskan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehatan hewan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap keamanan pangan asal hewan di Papua.
“Kerja sama ini tidak hanya menjadi landasan formal, tetapi juga jembatan sinergi nyata untuk meningkatkan kapasitas laboratorium, memperluas jangkauan riset veteriner, serta memberikan pengabdian langsung bagi kesejahteraan peternak di wilayah Papua,” ujar Tri Juwianto di IPB University, Bogor, Senin (28/9/2026).
Penguatan layanan veteriner menjadi penting karena kesehatan ternak berhubungan langsung dengan keberlangsungan usaha peternak, produktivitas ternak, keamanan pangan asal hewan, serta perlindungan kesehatan masyarakat.
Kemampuan mendeteksi penyakit secara lebih cepat dapat membantu mencegah penyebaran penyakit sekaligus menekan risiko kerugian yang lebih besar bagi peternak. Penguatan pengawasan juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi penyakit hewan menular dan zoonosis yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis petugas, memperkuat kapasitas laboratorium, serta mengembangkan penelitian mengenai penyakit hewan menular strategis, surveilans laboratorium, dan potensi zoonosis di wilayah Papua.
Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya data dan informasi kesehatan hewan, sehingga penanganan penyakit maupun kebijakan yang diambil semakin berbasis pada bukti ilmiah dan kondisi lapangan.
Kolaborasi juga membuka ruang bagi peningkatan kompetensi personel laboratorium, pertukaran pengetahuan dan tenaga ahli, serta keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan pelayanan veteriner di Tanah Papua.
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. Agung Budiyanto, menilai kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah di daerah memiliki arti penting dalam menjawab tantangan kesehatan hewan, terutama di Indonesia Timur.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pemerintah di daerah menjadi langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini juga dapat menjadi sarana untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan hewan, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” ujar Prof. Agung di Kampus FKH UGM, Kamis (1/10/2026).
Selain penguatan kapasitas kelembagaan, kerja sama juga diarahkan untuk memperluas edukasi kepada peternak dan masyarakat mengenai biosekuriti, kesehatan ternak, pencegahan penyakit, serta pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Bagi Kementan, penguatan kesehatan hewan bukan hanya soal menjaga ternak tetap sehat. Kesehatan hewan juga menentukan produktivitas peternakan, keamanan pangan asal hewan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan usaha peternak.
Melalui jejaring bersama IPB University dan UGM, Balai Veteriner Jayapura diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan layanan veteriner yang responsif, berbasis ilmu pengetahuan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Tanah Papua. (*)