Saatnya Meninjau Kembali Integrasi Kelapa Sawit dan Peternakan dalam Konteks Sustainable Development Goals SDGs Perserikatan Bangsa-Bangsa
Saatnya Meninjau Kembali Integrasi Kelapa Sawit dan Peternakan dalam Konteks Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa
PERSPECTIVE article
Front. Sustain. Food Syst., 17 September 2021
Sec. Agroecology and Ecosystem Services
Volume 5 - 2021 | https://doi.org/10.3389/fsufs.2021.640285
Penulis
Badrul Azhar, Kamil Azmi Tohiran, Frisco Nobilly, Raja Zulkifli, Muhammad Izzuddin Syakir, Zulkifli Ishak, Norhisham Razi, Aqilah Oon, Ahmad Shahdan and Thomas M. R. Maxwell
Abstrak
Hingga saat ini, gagasan penggunaan hewan ternak sebagai alat biologis untuk mengelola gulma, menyerap karbon, dan meningkatkan ketahanan pangan di perkebunan kelapa sawit belum dipertimbangkan secara serius oleh para pemangku kepentingan industri di negara-negara penghasil utama (misalnya, Indonesia, Malaysia, Thailand, Kolombia, dan Nigeria). Kami meninjau kembali integrasi budidaya kelapa sawit dengan peternakan sebagai praktik agroforestri silvopastoral dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs). Integrasi kelapa sawit dan peternakan berpotensi untuk mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan karena dapat memberikan berbagai manfaat lingkungan dan sosial-ekonomi, termasuk penyerapan karbon, pemulihan lapisan tanah atas, peningkatan keanekaragaman hayati ekosistem, pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk, serta peningkatan ketahanan pangan nasional. Berbeda dengan hasil monokultur dari sebagian besar perkebunan konvensional, sistem silvopastoral kelapa sawit merupakan cara ideal untuk mengatasi tantangan kerawanan pangan global karena menghasilkan bioenergi, minyak/lemak nabati, dan sumber protein berbasis hewan (misalnya, daging merah). Selain itu, potensi penggembalaan terarah berdasarkan kontrak dapat dipertimbangkan sebagai jenis bisnis baru dan diversifikasi pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Integrasi kelapa sawit dan ternak merupakan strategi industri kelapa sawit untuk mencapai berbagai Sustainable Development Goals (SDGs). Dari 17 SDGs, integrasi kelapa sawit dan ternak kemungkinan akan mewujudkan sembilan SDGs. Badan sertifikasi kelapa sawit harus mengakui integrasi kelapa sawit dan ternak sebagai metode pengendalian hayati dalam praktik pengelolaan gulma. Kami merekomendasikan agar integrasi kelapa sawit dan ternak dipromosikan untuk menghidupkan kembali produksi kelapa sawit berkelanjutan dan kebijakan konservasi keanekaragaman hayati strategis. Para pembuat kebijakan harus mendorong para pemain utama dalam industri kelapa sawit untuk mempraktikkan integrasi kelapa sawit dan ternak.
Tanggal terbit: 17 September 2021