Dengar Langsung Pengguna Layanan, Kementan Perkuat Pelayanan Veteriner
Bandar Lampung – Pelayanan publik yang baik dimulai dari kesediaan untuk mendengar. Prinsip tersebut terus didorong oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner Lampung dengan membuka ruang komunikasi langsung bersama pengguna layanan untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di lapangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Ngobar (Ngobrol Bareng) Customer yang digelar di Aula Balai Veteriner Lampung, Senin (21/9/2026). Forum ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara dan pengguna layanan untuk menyampaikan pengalaman, masukan, serta kebutuhan terhadap pelayanan veteriner.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, mengatakan masukan langsung dari pengguna layanan penting untuk memastikan pelayanan terus berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.
“Melalui Ngobar Customer ini, kami ingin mendengar langsung dari pelanggan. Masukan dan pengalaman yang disampaikan menjadi bahan penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Suryantana.
Peserta berasal dari berbagai unsur pengguna layanan, baik perorangan, perusahaan, maupun lembaga. Keberagaman peserta memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kebutuhan pelayanan veteriner di lapangan.
Menurut Suryantana, komunikasi dua arah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Masukan yang diterima tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk melihat aspek pelayanan yang perlu diperkuat.
“Pelayanan harus terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga perlu mendengar dan memahami pengalaman pengguna agar perbaikan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Forum juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Bahri, yang mengapresiasi ruang dialog antara penyelenggara dan pengguna layanan.
“Forum seperti ini penting karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan di lapangan. Dengan komunikasi yang terbuka, pelayanan kesehatan hewan dapat terus diperbaiki agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Anwar Bahri.
Kegiatan dikemas dalam suasana yang lebih cair dan komunikatif agar peserta leluasa menyampaikan pandangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun interaksi yang lebih dekat antara Balai Veteriner Lampung dan pengguna layanan.
Melalui Ngobar Customer, Balai Veteriner Lampung mendorong budaya pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian layanan, tetapi juga pada pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan veteriner. (*)