Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Perintah Presiden Prabowo, Mentan Amran Hadir di Tengah Peternak Indonesia Menyelesaikan Masalah

05/11/2026 15:39:00 Fahmi 22

Blitar -- Perintah Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir di tengah petani dan peternak, mendengar persoalan mereka, dan menyelesaikannya secara nyata terus dijalankan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Karena itu, setiap kali peternak menyampaikan persoalan, pemerintah tidak cukup hanya mendengar, tetapi harus memastikan ada solusi yang dapat dirasakan langsung di lapangan.

Pesan tersebut menjadi napas dalam pertemuan Mentan Amran bersama peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui Pembelian Telur Ayam dan Penyaluran Jagung SPHP di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).

Di hadapan Mentan Amran, para peternak menyampaikan kondisi yang mereka hadapi. Persoalan mereka hampir sama: harga jagung yang tinggi, harga telur yang tertekan, pasokan jagung SPHP yang belum selalu lancar, serta kekhawatiran terhadap keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak di tengah tingginya harga jagung di pasaran.

Menurut Yesi, harga jagung di luar SPHP terus mengalami kenaikan. Dari sekitar Rp7.000 per kilogram, naik menjadi Rp7.400, hingga mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram. Sementara jagung SPHP dapat ditebus peternak melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.

Karena itu, Yesi berharap penyaluran jagung SPHP dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan agar peternak memiliki kepastian pasokan pakan.

“Ke depan kami meminta, memohon semoga penyaluran SPHP itu menjadi lebih lancar supaya kami mendapatkannya dan bisa kami berikan kepada ayam-ayam kami,” ujarnya.

Persoalan serupa disampaikan Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin. Koperasi tersebut memiliki sekitar 75 anggota dengan populasi sekitar 250 ribu ekor ayam dan produksi telur rata-rata mencapai 15 ton per hari.

Menurutnya, tingginya harga jagung dan pakan pabrikan menjadi beban besar bagi peternak. Harga jagung di pasar disebut telah mencapai Rp7.800 per kilogram, sedangkan jagung SPHP sekitar Rp5.500 per kilogram.

“Dengan jagung SPHP hanya Rp5.500 per kilogram, ini sangat membantu kami selaku peternak,” ujarnya.

Selain persoalan pakan, Zainuddin juga berharap harga telur dapat dijaga agar seimbang dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.

Harapan keberlanjutan program juga disampaikan Eti Marlina, Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTMT yang mencakup Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek.

Eti menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Mentan Amran, Perum Bulog, dan seluruh jajaran atas penyaluran jagung SPHP melalui SK-1, SK-2, dan SK-3 yang telah membantu peternak mikro dan kecil.

“Kami berharap untuk di tahun 2027 tetap ada penyaluran jagung SPHP dan seterusnya,” ujar Eti.

Eti mengapresiasi langkah pemerintah membangun kerja sama penanaman jagung antara koperasi peternak dengan kelompok tani dan gapoktan. Dalam skema tersebut, petani menanam jagung dan hasilnya dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jika produksi berlebih, hasilnya dapat diserap Bulog.

“Ekosistem yang terbentuk ini sangat baik karena kami membutuhkan jagung. Kalau ditanam bersama, nanti petani yang menanam melalui gapoktan dan akan dibeli oleh koperasi kami. Dan apabila koperasi kami nanti sudah berkecukupan, itu bisa dibeli oleh Perum Bulog,” jelas Eti.

Menurutnya, pola tersebut memberikan solusi yang lebih permanen karena petani memperoleh kepastian pasar, sedangkan peternak memiliki sumber pasokan jagung yang lebih terjamin.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tengah membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Petani jagung dan peternak akan dihubungkan dalam satu rantai usaha melalui koperasi.

“Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” ujar Mentan Amran.

Setelah panen, jagung tersebut dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Apabila terdapat kelebihan produksi, Bulog akan menyerap dan menyimpannya sehingga dapat dimanfaatkan kembali ketika peternak membutuhkan.

“Sehingga tidak terjadi lagi ke depan nanti kekurangan pakan dari jagung,” tegasnya.

Selain solusi jangka panjang, pemerintah juga memastikan persoalan yang mendesak di lapangan segera ditangani. Mentan Amran sebelumnya telah meminta jajarannya mempercepat pelayanan jagung SPHP kepada peternak yang membutuhkan.

Bagi peternak, respons cepat tersebut menjadi penting karena persoalan pakan berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha. Mereka tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi kepastian bahwa kebijakan tersebut benar-benar berjalan.

Mentan Amran mengatakan pemerintah akan terus mendengar dan menyelesaikan persoalan yang disampaikan petani maupun peternak. Ia menegaskan, ketika masyarakat datang membawa persoalan, pemerintah tidak boleh menghindar.

“Kalau ada petani berteriak dalam bentuk demo atau sendiri, tidak pernah kami menghindar. Pasti kami temui. Kami sebagai bapaknya harus bertanggung jawab di dunia. Jangan di akhirat nanti baru ditagih,” ujar Mentan Amran.

Mentan menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan pemerintah, mulai dari menjaga pasokan jagung SPHP, memperkuat penyerapan hasil petani, membangun ekosistem jagung-peternak, hingga memastikan persoalan peternak ditindaklanjuti, merupakan bagian dari menjalankan arahan Presiden Prabowo.

“Ini bukan hanya soal jagung. Ini soal bagaimana kita hadir dan menyelesaikan masalah petani dan peternak. Kita jalankan karena ini perintah Bapak Presiden,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan perintah tersebut benar-benar dirasakan sampai ke tingkat petani dan peternak, bukan berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.

“Yang bagus tidak pidato, tapi ada bantuan,” pungkas Mentan Amran.

Kategori

WA Layanan Ditjen PKH