Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Lirik Keberhasilan Swasembada Pangan di Indonesia, Somalia Jajaki Kerja Sama Pertanian

06/11/2026 23:06:00 Fahmi 18

Jakarta --- Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menarik perhatian Somalia. Pemerintah Somalia menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta transfer teknologi.

Penjajakan tersebut dibahas dalam kunjungan kehormatan (courtesy call) Wakil Menteri Luar Negeri Republik Federal Somalia, Hasan Mohamed Ali dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (5/11). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh kedua negara.

Wamentan Alim menyambut baik ketertarikan Somalia untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam membangun sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, kedua negara menghadapi tantangan yang relatif serupa, terutama perubahan iklim dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pangan.

“Indonesia sangat senang dan menjadi suatu kehormatan untuk bisa berbagi pengalaman dalam mencapai swasembada pangan, yang merupakan program strategis Bapak Presiden. Kita berhasil mencapai swasembada pangan dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Wamentan Alim.

Wamentan Alim mengatakan, pengalaman Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Somalia untuk mengembangkan potensi pertaniannya. Selain berbagi pengalaman, Indonesia juga membuka peluang dukungan peningkatan kapasitas SDM, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Kami juga siap berbagi pengalaman untuk meningkatkan kapasitas SDM, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan, termasuk transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas peternakan. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dengan aksi-aksi yang lebih konkret ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Somalia Hasan Mohamed Ali menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk berdiskusi dengan Kementerian Pertanian Indonesia. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian Somalia, mulai dari aspek produksi, bisnis, teknologi, hingga rekayasa pertanian.

Hasan menyebut Somalia memiliki potensi lahan yang luas, tetapi masih membutuhkan dukungan pengetahuan dan teknologi untuk mengoptimalkan sektor pertaniannya. Karena itu, pihaknya berharap dapat mempelajari berbagai praktik dan pengalaman Indonesia yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Somalia.

“Kami ingin belajar banyak dari Indonesia. Indonesia memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang pertanian, bisnis, teknologi, dan engineering. Hal-hal tersebut yang kami butuhkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian Somalia melalui kesepakatan kerja sama ke depan,” ungkap Hasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Somalia telah berjalan, salah satunya melalui impor produk minyak kelapa sawit dari Indonesia. Menurutnya, hubungan tersebut berpotensi dikembangkan lebih luas melalui kerja sama teknis dan pengembangan sektor pertanian.

“Kami selama ini mengimpor beberapa produk dari Indonesia, terutama minyak kelapa sawit. Ke depan, kami membutuhkan dukungan teknis dari Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama yang dapat disepakati bersama,” ujar Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menilai posisi strategis Somalia di kawasan Afrika Timur dapat membuka peluang bagi perluasan hubungan ekonomi kedua negara. Ia berharap peningkatan kapasitas sektor pertanian dan ketahanan pangan Somalia dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan perdagangan serta pemanfaatan keahlian Indonesia.

Kementerian Pertanian menyambut penjajakan ini sebagai peluang untuk memperluas diplomasi pertanian Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang pangan, pertanian, dan peternakan. Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat mengidentifikasi bidang prioritas dan merumuskan program tindak lanjut yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia maupun Somalia.

Kategori

WA Layanan Ditjen PKH