Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Bersama Lintas Lembaga Perkuat Potensi Pangan Jawa Tengah Bagian Selatan

23/09/2026 07:34:00 Fahmi 52

Banyumas – Jawa Tengah bagian selatan menyimpan kekuatan besar untuk menopang ketahanan pangan nasional. Hamparan lahan pertanian, sentra peternakan, hingga beragam usaha pangan masyarakat menjadi modal penting yang dapat terus dikembangkan. Namun, kekuatan tersebut membutuhkan sinergi lintas daerah dan lembaga agar dapat dikelola secara terpadu dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Upaya memperkuat sinergi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Sinergi Pengembangan Usaha Pangan dan Pertanian untuk Memperkuat Ketahanan Pangan di Jawa Tengah Bagian Selatan yang digelar di Aston Purwokerto Hotel & Convention Center, Banyumas, Selasa 22 September 2026. Forum yang diinisiasi Kemenko Pangan ini mempertemukan pemerintah pusat, lembaga teknis, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam mengoptimalkan sumber daya pangan di kawasan tersebut.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah persusuan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisal Nurofiq, mengatakan peningkatan produksi susu dalam negeri perlu menjadi perhatian bersama mengingat produksi domestik saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan susu nasional.

“Penguatan persusuan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan populasi dan produktivitas ternak, penyediaan pakan, penguatan peternak, hingga kepastian penyerapan hasil produksi. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi daerah dapat kita dorong untuk ikut memenuhi kebutuhan susu nasional,” ujar Hanif.

Penguatan persusuan sekaligus mempertegas pentingnya sektor peternakan dalam membangun sistem pangan yang tangguh. Ketersediaan bibit ternak berkualitas, kecukupan pakan, serta tata kelola budidaya menjadi fondasi yang perlu diperkuat secara bersamaan agar produktivitas peternakan dapat terus meningkat.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Dani Kusworo. Ia menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki peluang besar dalam pengembangan peternakan karena didukung sumber daya dan karakteristik wilayah yang sesuai. Meski demikian, pengembangan tersebut membutuhkan kesinambungan kerja sama antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha.

“Pengembangan peternakan tidak bisa hanya berhenti pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari pembibitan, ketersediaan hijauan pakan, peningkatan kapasitas peternak hingga hilirisasi. Kalau seluruh mata rantai ini bergerak bersama, produktivitas dan nilai ekonomi peternakan akan semakin kuat,” kata Dani.

Menurut Dani, pembibitan ternak dan ketersediaan hijauan pakan merupakan bagian mendasar yang menentukan keberlanjutan usaha peternakan. Karena itu, pengembangan komoditas perlu diawali dengan pemetaan kebutuhan dan karakteristik wilayah, sehingga dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi peternak dan arah pengembangan daerah.

Dari sisi kewilayahan, Anggota DPD RI dari Jawa Tengah, Abdul Kholik, menilai kawasan Jawa Tengah bagian selatan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan. Beragamnya sumber daya di kawasan tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan kesiapan daerah dan konektivitas antarkabupaten agar pengembangan pangan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Jawa Tengah bagian selatan memiliki potensi pangan yang sangat beragam. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kabupaten dan lembaga terkait dapat bergerak dalam satu arah, sehingga potensi yang ada tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling memperkuat untuk mendukung ketahanan pangan Jawa Tengah dan nasional,” ujar Abdul Kholik.

Karena itu, pembahasan dalam forum tidak berhenti pada persoalan produksi. Sejumlah aspek pendukung turut menjadi perhatian, mulai dari pemetaan komoditas unggulan, ketersediaan infrastruktur, jaringan irigasi, tata ruang, hingga berbagai kebutuhan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha pangan dan pertanian.

Salah satu rangkaian kegiatan dalam acara tersebut yakni diskusi interaktif yang memberikan ruang kepada para kepala daerah untuk menyampaikan kondisi wilayah masing-masing. Berbagai potensi unggulan, kendala distribusi, hingga kebutuhan pembangunan menjadi bahan pembahasan untuk mencari langkah penanganan yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah. Dengan koordinasi yang lebih terintegrasi, penguatan sektor pertanian dan peternakan diharapkan tidak sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memperluas peluang usaha, memperkuat perekonomian masyarakat, serta menjaga kesinambungan rantai pasok pangan.

Melalui kolaborasi lintas daerah dan lembaga, Jawa Tengah bagian selatan diharapkan mampu mengoptimalkan kekuatan pertanian, peternakan, dan usaha pangan yang dimilikinya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun kawasan pangan yang tangguh dan adaptif, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap stabilitas pasokan pangan nasional.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH