Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Tanah Datar, Vaksinasi HPR Jadi Garda Perlindungan Masyarakat

28/09/2026 12:48:00 Fahmi 46

Batusangkar - Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, menjadi salah satu titik penguatan upaya pencegahan rabies pada momentum World Rabies Day (WRD) 2026. Di tempat ini, vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) berjalan berdampingan dengan pelayanan kesehatan hewan, konsultasi, dan edukasi bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengendalian rabies melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Vaksinasi HPR ditempatkan sebagai salah satu langkah penting untuk mencegah penularan penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia tersebut.

Puncak peringatan World Rabies Day 2026 digelar serentak pada 27 September 2026 dengan pusat kegiatan di Bogor. Sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tanah Datar, turut mengikuti rangkaian kegiatan secara daring melalui Zoom. Balai Veteriner Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan berbagai pemangku kepentingan kemudian meneruskan semangat peringatan tersebut melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat.

Di Tanah Datar, pelayanan vaksinasi tidak hanya menyasar perlindungan hewan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai cara memelihara hewan secara sehat dan bertanggung jawab. Anjing, kucing, serta hewan lain yang berisiko menularkan rabies menjadi bagian dari sasaran vaksinasi.

Rangkaian vaksinasi dilaksanakan mulai 27 September 2026 dan berlanjut hingga 30 September 2026 di Balai Veteriner Bukittinggi. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut menargetkan 300 ekor HPR. Sementara pada pelaksanaan di Batusangkar pada 27 September 2026, sebanyak 90 ekor HPR telah mendapatkan vaksin rabies.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menekankan bahwa vaksinasi harus berjalan beriringan dengan berbagai upaya lain. Menurutnya, pencegahan rabies membutuhkan konsistensi, mulai dari edukasi hingga kemampuan merespons setiap laporan kejadian secara cepat.

“Rabies merupakan penyakit yang dapat dicegah. Karena itu, vaksinasi HPR harus terus diperkuat dan diikuti dengan edukasi masyarakat, surveilans, pelaporan kejadian gigitan serta respons yang cepat. Balai Veteriner Bukittinggi siap mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian rabies berbasis data dan pendekatan One Health.”

Pesan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Bupati yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas, tetapi juga pada kepedulian pemilik hewan.

“Pengendalian rabies tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Pemilik hewan memiliki peran penting dengan memastikan hewan peliharaannya divaksinasi, dipelihara secara bertanggung jawab dan segera melaporkan apabila terjadi kasus gigitan. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, petugas kesehatan hewan dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.

Keterlibatan lintas sektor terlihat dalam kegiatan tersebut. Hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Bidang Administrasi Umum, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar. Selain itu, turut hadir Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PDHI Cabang Provinsi Sumatera Barat, dan perwakilan Karantina Hewan Indonesia Provinsi Sumatera Barat.

Penguatan langkah pencegahan menjadi semakin relevan melihat kondisi rabies di Tanah Datar. Data Dinas Kesehatan yang diberitakan pada Januari 2026 mencatat terdapat 933 kasus gigitan HPR sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan 712 kasus pada 2024 dan tercatat satu korban meninggal dunia. Kasus gigitan tersebut melibatkan sejumlah jenis hewan, antara lain kucing, anjing, monyet, dan musang.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian rabies membutuhkan upaya yang dilakukan secara terus-menerus. Vaksinasi HPR perlu dibarengi dengan edukasi kepada pemilik hewan, pengawasan terhadap hewan berisiko, pelaporan setiap kejadian gigitan, serta respons cepat ketika ditemukan kasus yang berpotensi menularkan rabies.

Karena itu, momentum World Rabies Day 2026 tidak diarahkan sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah mendorong masyarakat menjadikan vaksinasi sebagai bagian dari tanggung jawab dalam memelihara hewan. Hewan peliharaan perlu divaksinasi secara rutin, dirawat dengan baik, dan setiap kejadian gigitan harus segera dilaporkan kepada pihak terkait.

Semangat tersebut sejalan dengan tema World Rabies Day 2026, yakni “Stronger Together” atau “Lebih Kuat Bersama”. Tema ini menegaskan bahwa eliminasi rabies membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sektor kesehatan hewan dan kesehatan manusia, pemerintah daerah, laboratorium, organisasi profesi, komunitas hingga masyarakat.

Melalui pendekatan One Health, berbagai unsur tersebut diharapkan dapat bergerak dalam satu sistem yang saling mendukung. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, upaya mencegah penularan rabies tidak hanya melindungi hewan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH