Kementan Rutin Datangi Kandang Peternak, Pastikan Bibit Kambing PE Berkembang
Tanah Laut — Selama ini, Jaenudin hanya bisa memperkirakan kambingnya bunting dari perubahan fisik. Kepastian baru didapat setelah petugas dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari datang langsung ke kandangnya untuk memeriksa kebuntingan ternak.
“Selama ini kami hanya memperkirakan kambing bunting dari perubahan fisik saja, jadi sering tidak yakin. Dengan adanya tes kebuntingan langsung di kandang, kami jadi tahu pasti induk mana yang sudah bunting dan mana yang belum,” kata Jaenudin, peternak kambing Peranakan Etawa (PE) di Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Bagi Jaenudin, kepastian ini bukan perkara sepele. Informasi mengenai kondisi reproduksi ternak membantu mereka menentukan langkah pemeliharaan berikutnya, termasuk memberikan perhatian yang sesuai kepada induk yang bunting maupun yang belum bunting.
Kunjungan pada Rabu (21/10/2026) itu merupakan bagian dari pendampingan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui BPTU-HPT Pelaihari kepada peternak yang telah menerima bibit kambing PE. Tim BPTU-HPT Pelaihari tidak hanya memeriksa kondisi ternak, tetapi juga memantau perkembangan bibit serta memberikan arahan pemeliharaan secara langsung.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembibitan. Penyaluran ternak tidak berhenti ketika bibit diterima peternak. Kondisi ternak perlu dipantau, sementara peternak membutuhkan pengetahuan yang memadai agar dapat memelihara dan mengembangkan usahanya dengan lebih terarah.
Kepala Subbagian Tata Usaha BPTU-HPT Pelaihari, Unggul Abrianto, mengatakan kunjungan kepada peternak akan dilakukan secara berkala sebagai bentuk layanan lanjutan setelah penyaluran bibit.
“Kami ingin memastikan bibit kambing PE yang telah disalurkan dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Pendampingan ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak di daerah,” ujar Unggul.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pemeriksaan kebuntingan pada kambing betina yang dikawinkan secara alami maupun melalui inseminasi buatan (IB). Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan bagi peternak untuk menentukan penanganan berikutnya, sekaligus membantu mereka mengenali kondisi reproduksi ternak dengan lebih baik.
Melalui pendampingan langsung di kandang, BPTU-HPT Pelaihari dapat memantau perkembangan bibit yang telah disalurkan sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi peternak. Masukan dari lapangan juga menjadi bahan untuk menentukan bentuk layanan lanjutan yang dibutuhkan.
Kementan melalui BPTU-HPT Pelaihari berharap pendampingan ini membantu peternak meningkatkan keterampilan dalam mengelola ternak, menjaga keberhasilan reproduksi, dan mengembangkan usaha secara bertahap. Dengan bibit yang baik, pemeliharaan yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan, peternak diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan memperoleh manfaat ekonomi dari usaha yang dijalankan. (*)