Kementan Kawal Keamanan Pangan Hewani untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kompetensi Sarjana Penggerak untuk Jamin Konsumsi Pangan ASUH
Banda Aceh — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas nasional dalam pemerintahan saat ini. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan menekankan pentingnya penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) sebagai fondasi keberhasilan program tersebut.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Pertanian ikut mendorong peningkatan kapasitas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) melalui pembekalan materi keamanan pangan segar asal hewan pada kurikulum pelatihan SPPI Batch 3 yang diselengggarakan oleh Universitas Pertahanan RI bagi sekitar 30.027 orang SPPI secara serentak pada tanggal 28 Juni 2025.
Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, Kementan melaksanakan bagi sekitar 580 pengajar yang akan menyampaikan materi pada pelatihan SPPI yang tersebar di 15 Kolat pada 18 Provinsi.
Pada Selasa (11/6/2025), telah dilaksanakan kegiatan Training of Trainer () Keamanan Pangan Segar Asal Hewan untuk Komando Latihan (Kolat) 1 SPPI Batch 3. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring dan juga luring yang berlokasi di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Aceh, dengan wilayah pelatihan mencakup Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Nuryani Zainuddin menjelaskan bahwa SPPI memiliki peran penting sebagai ujung tombak di lapangan, terutama dalam mendukung keberlanjutan MBG melalui edukasi dan pengawasan keamanan pangan asal hewan.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga bagaimana memastikan kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak sekolah. Karena itu, SPPI harus memahami prinsip-prinsip keamanan pangan asal hewan agar dapat menjalankan fungsi sebagai penggerak sekaligus pengawas di komunitasnya,” ujar Nuryani saat dikonfirmasi terpisah.
Kementan menekankan bahwa pangan asal hewan seperti daging, susu, dan telur memiliki risiko kesehatan yang tinggi jika tidak ditangani dengan benar
Melalui pelatihan ini, SPPI diharapkan tidak hanya menjadi agen pelaksana, tetapi juga menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat dalam membangun budaya konsumsi pangan yang aman dan sehat.
Kepala Balai Veteriner Medan, Arif Hukmi, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas teknis SPPI merupakan investasi strategis dalam membangun sistem ketahanan pangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan hingga ke tingkat masyarakat,” kata Arif.
Pelaksanaan ini sebagai bentuk sinergi multipihak antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi profesi serta Universitas Pertahanan, dan unit pelaksana teknis Kementan di daerah.