Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Siapkan Hilirisasi Ayam di Kalimantan Timur, Perkuat Layanan Kesehatan Hewan bagi Peternak Rakyat

17/10/2026 09:44:00 Fahmi 53

IKN – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kesiapan tenaga kesehatan hewan di Kalimantan Timur untuk mendukung pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak rakyat, sekaligus mendekatkan sentra produksi daging ayam dan telur dengan kebutuhan masyarakat di luar Pulau Jawa.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis HAT bagi petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha peternakan.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat dan peternak tetap berlangsung secara optimal sehingga pelaksanaan program pembangunan peternakan tidak terganggu,” ujar Nuryani.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya penguatan kapasitas Puskeswan sebagai salah satu penopang pengembangan hilirisasi ayam di daerah. Peningkatan produksi perlu diiringi dengan pelayanan kesehatan hewan yang baik, pengendalian penyakit yang berkelanjutan, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peternak.

Bagi peternak rakyat, akses terhadap layanan kesehatan hewan yang mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Kehadiran petugas Puskeswan tidak hanya membantu mencegah dan menangani penyakit, tetapi juga memberikan pendampingan agar peternak dapat menjaga produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerugian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi ayam sebagai bagian dari upaya memperkuat industri perunggasan nasional, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran hasil.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, HAT 1 Juli tahun depan sudah beroperasi. Ini salah satu penekanan Presiden kepada kami. Olehnya, tidak ada lagi hambatan, baik dari segi birokrasi maupun teknis,” ujar Mentan Amran saat meninjau pembangunan HAT di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 25 September 2026.

Melalui pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kementan mendorong tumbuhnya sentra produksi baru di luar Jawa yang didukung oleh layanan kesehatan hewan, ketersediaan pakan, serta akses pemasaran yang semakin baik.

Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat ketersediaan daging ayam dan telur bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada akhirnya, pengembangan hilirisasi tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat membuka ruang tumbuh bagi peternak rakyat, menjaga keberlanjutan usaha mereka, serta menghadirkan manfaat pembangunan peternakan yang semakin merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. (*)

Kategori

WA Layanan Ditjen PKH