Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

04/10/2026 20:58:00 Fahmi 35

Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di balik sapi-sapi yang tampil di arena, terdapat kerja panjang peternak dalam memilih bibit, mengatur reproduksi, menyediakan pakan, menjaga kesehatan, dan merawat ternak.

Semangat itu terlihat dalam Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 yang digelar di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026).

Ratusan peserta dari berbagai daerah hadir membawa sapi-sapi unggulan hasil pemeliharaan mereka. Ajang yang digelar Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) tersebut mempertemukan peternak, komunitas, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan pecinta sapi.

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina APPSI, Ahmad Muzani, mengatakan partisipasi peternak dari berbagai daerah menunjukkan dukungan masyarakat terhadap upaya memperkuat produksi daging nasional.

Menurut Muzani, para peternak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas ternak, termasuk melalui persilangan berbagai jenis sapi unggul.

Kontes ternak, kata Muzani, menjadi salah satu cara untuk mendorong dan menyemangati peternak agar terus mengembangkan kreativitas serta membuat pola peternakan semakin modern.

“Karena ternyata beternak sapi itu menyenangkan, menggembirakan, menguntungkan dan memberi harapan terhadap masa depan,” kata Muzani.

Muzani juga menyoroti meningkatnya partisipasi peternak Jawa Barat dalam kontes tahun ini.

Dari lebih dari 250 peserta, lebih dari 100 peserta berasal dari Jawa Barat. Menurut Muzani, tingginya partisipasi tersebut menjadi perkembangan positif karena selama ini kontes banyak didominasi peternak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi peternak Jawa Barat untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan daya saing.

“Sehingga Jawa Barat ingin mengambil pasar itu dan itu saya kira bagus, sehingga ada persaingan sehat di antara para peternak,” ujar Muzani.

Menurutnya, Kabupaten Bogor juga memiliki potensi yang mendukung pengembangan sapi, antara lain dari sisi lingkungan dan ketersediaan pakan.

Semangat membangun kemandirian peternakan, menurut Muzani, tidak berhenti pada produksi daging. APPSI juga mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan peternakan sapi perah dan pemenuhan kebutuhan susu nasional.

“Setelah ini APPSI akan berkonsentrasi kepada upaya untuk melakukan swasembada susu karena ini sangat penting,” kata Muzani.

Ia menilai kebutuhan susu dalam negeri masih menjadi peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan produksi.

“Kebutuhan susu kita kurang itu sejak sebelum ada MBG, apalagi ada MBG, lebih banyak lagi,” ujarnya.

Karena itu, Muzani berharap pengembangan susu melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga peternak berbagai skala.

“Harapannya ke depan pemerintah daerah terlibat semua, peternak kecil, besar, menengah terlibat dan kita semua terlibat,” katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda hadir mewakili Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kontes tersebut. Agung menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam ekosistem peternakan, mulai dari penguatan kualitas ternak hingga peningkatan kesejahteraan peternak.

Kementerian Pertanian melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang juga memberikan hibah dua ekor sapi kepada APPSI dengan bobot masing-masing 1 ton. Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peternak yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan produktivitas ternaknya.

Bagi Kementan, pengembangan peternakan tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan ternak dengan kualitas fisik yang baik. Peningkatan produktivitas harus berjalan bersama dengan efisiensi usaha, kesehatan ternak, penguatan pasar, dan peningkatan nilai ekonomi yang diterima peternak. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH