Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Wamentan Muhammad Saleh: Bersama Petani, Kita Ubah yang Tak Mungkin Jadi Mungkin

05/10/2026 17:50:00 Fahmi 52

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa mengaku bukan orang baru di Kementerian Pertanian (Kementan). Sejak masih berpangkat kolonel, ia telah berulang kali datang dan berkoordinasi dengan Kementan.

Kini, ia kembali dengan tanggung jawab berbeda, yakni mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan amanah Bapak Presiden untuk memperkuat pembangunan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sebenarnya ruangan ini sudah tidak asing lagi bagi saya. Dari mulai saya berpangkat kolonel, mungkin saya sudah bolak-balik di sini, Pak,” kata Wamentan Muhammad Saleh dalam acara penyambutan dirinya di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Mentan Amran menyambut Muhammad Saleh sebagai bagian dari keluarga besar Kementan. Menurut Mentan Amran, Wamentan bukan sosok baru karena telah lama berkoordinasi dengan Kementan.

“Selamat datang di keluarga besar Kementerian Pertanian. Pak Muhammad Saleh ini bukan orang baru, beliau sudah sering berada di Kementerian Pertanian sejak masih berpangkat kolonel,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan penugasan Muhammad Saleh merupakan amanah Bapak Presiden yang harus dijalankan dengan kerja keras dan kebersamaan seluruh jajaran.

“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau orang lama dengan kita dan mudah-mudahan pertanian semakin maju ke depan,” ungkap Mentan Amran.

Wamentan Muhammad Saleh mengatakan bahwa pengalaman berinteraksi dengan petani turut membentuk cara pandangnya terhadap pembangunan pangan.

Saat bertugas sebagai Komandan Korem, ia pernah berdiskusi dengan petani mengenai hubungan petani dengan pedagang dalam tata niaga hasil pertanian. Dari percakapan itu muncul istilah yang ia sebut sebagai “tengkulak budiman”, yakni gagasan tentang hubungan perdagangan yang tetap memberikan manfaat bagi petani.

“Saya bilang, ‘Pak, ada nggak tengkulak budiman?’ ‘Ada, Pak.’ Masa nggak ada sih tengkulak budiman,” tutur Wamentan Muhammad Saleh.

Ia bahkan sempat membayangkan menjadi “tengkulak budiman” setelah pensiun dari TNI. Namun, rencana itu datang lebih cepat ketika dirinya dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian.

Pengalaman tersebut, menurut Wamentan Muhammad Saleh, membuat pembangunan pangan tidak hanya dipandang dari sisi produksi, tetapi juga dari manfaat yang diterima petani.

Ia menyadari bahwa pembangunan kedaulatan pangan bukan pekerjaan sederhana. Namun, ia memilih melihat berbagai tantangan sebagai bagian dari ikhtiar yang harus dijalankan bersama.

“Kalau kata Bapak Presiden, make impossible possible. Tapi itu bagian dari ikhtiar,” ujarnya.

Menurut Wamentan Muhammad Saleh, kesejahteraan petani, teknologi pertanian, dan optimalisasi sumber daya merupakan bagian dari pekerjaan yang harus terus didorong.

“Untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh Bapak Menteri Pertanian, oleh seluruh petani-petani kita, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tegasnya.

Sebagai bagian dari jajaran pimpinan Kementan, Muhammad Saleh juga menyatakan kesiapan untuk bekerja dan berkomunikasi tanpa sekat.

“Insya Allah saya tidak ada jarak, bisa datang, berkomunikasi, bisa bertemu sapa,” katanya.

Kehadiran Muhammad Saleh menambah kekuatan jajaran pimpinan Kementan dalam menjalankan agenda pembangunan pertanian nasional. Kedaulatan pangan membutuhkan kerja konsisten, koordinasi yang kuat, serta kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani.

Dari yang sebelumnya sering datang ke Kementerian Pertanian, kini Muhammad Saleh datang untuk ikut bekerja dari dalam—bersama jajaran Kementan dan para petani, agar yang hari ini terasa sulit dapat diwujudkan menjadi mungkin. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH