Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Pendampingan Peternak Babi di Tanjungbalai

05/09/2026 17:34:00 Fahmi 54

Tanjungbalai – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pendampingan dan pelayanan kesehatan hewan bagi peternak di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, menyusul laporan mengenai gangguan kesehatan ternak babi di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar.

Melalui Balai Veteriner Medan, Kementan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan, Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai melakukan pendampingan pada Kamis, 3 September 2026 di salah satu peternakan di Kelurahan Sirantau.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan laporan dari peternak menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan dan pelayanan kesehatan hewan di daerah.

“Setiap laporan peternak harus menjadi pintu masuk bagi kita untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat. Tim akan melakukan pemeriksaan di lapangan agar penyebab gangguan kesehatan ternak dapat diketahui dan langkah penanganannya dapat ditentukan berdasarkan hasil investigasi,” ujar Hendra.

Tim veteriner menelusuri kondisi ternak, pola pemeliharaan, lingkungan kandang, serta riwayat kejadian yang disampaikan peternak. Sampel juga diambil apabila diperlukan untuk mendukung pemeriksaan laboratorium.

Kepala Balai Veteriner Medan, Arif Hukmi, mengatakan koordinasi dengan dinas setempat terus dilakukan agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan terarah.

“Fokus kami adalah hadir bersama peternak, memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, dan memberikan rekomendasi teknis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Penguatan biosekuriti juga menjadi bagian penting untuk melindungi ternak yang masih sehat dan membantu peternak mencegah kejadian serupa,” ujar Arif.

Menurut Arif, keterbukaan informasi dari peternak mengenai riwayat kesehatan, pola pemeliharaan, lalu lintas ternak, dan kondisi lingkungan sangat membantu proses investigasi.

“Kami ingin proses ini tidak berhenti pada pemeriksaan. Peternak juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri, sehingga setelah tim selesai melakukan pendampingan, kemampuan peternak dalam menjaga kesehatan ternaknya juga semakin kuat,” katanya.

Selain pemeriksaan, peternak akan mendapatkan edukasi mengenai kebersihan kandang, pengelolaan lalu lintas ternak, serta penerapan biosekuriti sesuai kondisi usaha masing-masing.

Kementan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan dukungan, termasuk kemungkinan penyediaan disinfektan, obat hewan sesuai indikasi, bahan pendukung biosekuriti, serta bantuan teknis lainnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat biosekuriti, meningkatkan pemahaman peternak, serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Tanjungbalai. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH