Kementan Pantau Status Kesehatan Hewan melalui Surveilans di Sulsel dan Sulbar
Maros – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pemantauan status kesehatan hewan, khususnya ternak unggas, melalui kegiatan surveilans penyakit unggas di wilayah kerja Balai Besar Veteriner (BBV) Maros. Kegiatan yang berlangsung pada 1–4 September 2026 tersebut menyasar Kabupaten Bone dan Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.
Surveilans ini dilaksanakan oleh dua tim BBV Maros. Tim yang dipimpin Ni Made Riska Adnyani melaksanakan pengambilan sampel di Kabupaten Bone, sedangkan tim yang dipimpin Fitri Amaliah melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Polewali Mandar.
Ni Made Riska Adnyani mengatakan, kegiatan surveilans merupakan bagian penting dalam memperoleh gambaran kondisi kesehatan unggas di lapangan sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi penyakit.
“Kegiatan surveilans ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan unggas di lapangan. Sampel yang kami ambil nantinya akan diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan gambaran status penyakit secara lebih akurat,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memperoleh data terkini mengenai status kesehatan unggas di daerah. Data hasil surveilans menjadi landasan dalam mendukung deteksi dini, pengendalian, dan pencegahan penyakit hewan, termasuk penyakit hewan menular strategis dan zoonosis yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat, keberlanjutan usaha peternakan, hingga ketahanan pangan.
Untuk mendapatkan informasi yang representatif, kedua tim BBV Maros turun langsung ke sejumlah titik lokasi peternakan dan mengambil sampel dari ternak unggas yang dinilai dapat menggambarkan kondisi kesehatan unggas di masing-masing wilayah. Pengambilan sampel tersebut menjadi bagian dari proses surveilans untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi penyakit di lapangan.
Seluruh sampel yang terkumpul selanjutnya akan diperiksa di Laboratorium BBV Maros menggunakan metode pengujian yang berlaku. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai status kesehatan unggas sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Pelaksanaan surveilans juga diperkuat melalui sinergi antara BBV Maros dan pemerintah daerah. Di lapangan, tim BBV Maros didampingi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar.
Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Andi Herman, menilai kegiatan surveilans penting untuk memperkuat pengendalian penyakit pada ternak unggas sekaligus mempercepat respons ketika terjadi kasus penyakit hewan.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas penugasan tim surveilans ini. Kegiatan ini mendukung pengendalian penyakit pada ternak unggas agar dapat dilakukan secara lebih efektif. BBV Maros juga selalu responsif menindaklanjuti laporan kami saat terjadi kejadian penyakit hewan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko perluasan kejadian dapat ditekan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala UPTD Kesehatan Hewan Kabupaten Polewali Mandar, Isnaniah Bagenda. Menurutnya, kerja sama yang selama ini terjalin dengan BBV Maros turut memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terbangun bersama BBV Maros dalam pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular strategis maupun zoonosis di Kabupaten Polewali Mandar,” ungkapnya.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, hasil pengujian laboratorium akan disampaikan kepada dinas terkait di masing-masing wilayah. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun program pengendalian penyakit yang lebih efektif, terarah, dan berbasis data.
Melalui pelaksanaan surveilans secara berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah pusat, BBV Maros, dan pemerintah daerah, Kementan terus memperkuat sistem kewaspadaan terhadap penyakit hewan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan ternak unggas, mencegah potensi penyebaran penyakit zoonosis, mendukung keberlanjutan usaha peternakan, serta menjaga ketahanan pangan nasional.