Kementan Perkuat Jaminan Mutu Pakan, LSPro BPMSP Bekasi Menuju Akreditasi KAN
Bekasi — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sistem jaminan mutu pakan nasional. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pengujian laboratorium, tetapi juga melalui penguatan sistem sertifikasi yang memastikan produk pakan memenuhi standar mutu, keamanan, dan persyaratan yang berlaku.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi dengan memperkuat fungsi Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro). Lembaga ini berperan memastikan produk pakan yang beredar memiliki kepastian mutu melalui proses sertifikasi yang profesional, transparan, dan terpercaya.
Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Komite Teknis LSPro SNI ISO/IEC 17065:2012 terkait tindak lanjut kegiatan witness LSPro bersama Komite Akreditasi Nasional (KAN), Rabu (12/8/2026), di BPMSP Bekasi.
Direktur Pakan Kementan Tri Melasari menegaskan, sistem sertifikasi pakan harus dibangun dengan prinsip efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha tanpa mengurangi standar mutu yang harus dipenuhi.
Menurutnya, proses sertifikasi perlu dirancang secara terintegrasi agar tahapan yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses berikutnya.
“Kita ingin proses sertifikasi produk pakan berjalan efektif dan efisien. Apabila tahapan yang sudah dilakukan dapat dimanfaatkan dalam proses berikutnya, tentu akan mengurangi pengulangan pekerjaan sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha tanpa mengurangi pemenuhan terhadap persyaratan mutu,” ujar Tri Melasari dikutip, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk pakan saat ini bersifat sukarela (voluntary). Karena itu, keberadaan LSPro menjadi penting untuk memberikan kepastian mutu sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk pakan nasional.
Kepala BPMSP Bekasi Iqbal Alim mengatakan, penguatan LSPro dilakukan melalui pembenahan kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyempurnaan skema sertifikasi.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi fondasi penting agar layanan sertifikasi dapat berjalan sesuai persyaratan internasional.
“Kami terus memperkuat kesiapan LSPro BPMSP, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun penerapan skema sertifikasi. Harapannya, seluruh proses dapat berjalan konsisten dan memenuhi persyaratan sehingga mampu memberikan layanan sertifikasi yang kredibel,” ujar Iqbal.
Dalam rapat tersebut, Tim LSPro BPMSP juga memaparkan perkembangan kesiapan menuju akreditasi, mulai dari struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung jawab, skema sertifikasi, hingga evaluasi terhadap aspek yang masih perlu diperkuat.
Penguatan LSPro BPMSP menjadi bagian dari upaya Kementan membangun ekosistem pakan nasional yang semakin berkualitas.
Dengan sistem sertifikasi yang kuat, pelaku usaha mendapatkan kepastian dalam memenuhi standar, sementara peternak memperoleh dukungan melalui tersedianya pakan yang aman dan bermutu untuk meningkatkan produktivitas ternak. (*)