Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan dan BPK Bersinergi, Produksi Daging dan Susu Didorong Makin Kuat

28/08/2026 07:54:00 Pradi 84
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat produksi daging ruminansia dan susu sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun ketahanan pangan dan meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui koordinasi dan evaluasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dalam rangka melihat perkembangan upaya peningkatan produksi dan keterjangkauan pangan secara berkelanjutan, termasuk pada komoditas daging ruminansia dan susu.
Dari subsektor peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, menyampaikan berbagai informasi mengenai program peningkatan produksi yang tengah dijalankan pemerintah.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, mengatakan peningkatan produksi harus dilakukan secara konsisten dan menyentuh berbagai aspek, mulai dari hulu hingga hilir.
Program tersebut antara lain meliputi penguatan perbibitan, penyediaan semen beku dan embrio, pelaksanaan inseminasi buatan, peningkatan populasi dan produktivitas ternak ruminansia, serta penguatan kelembagaan peternak.
Pada sektor susu, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan sentra produksi dan penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri. Langkah ini diarahkan agar produksi peternak semakin kuat sekaligus memberikan kepastian penyerapan dan manfaat ekonomi bagi peternak.
Hary mengatakan koordinasi dengan BPK menjadi bagian dari upaya memastikan program yang dijalankan pemerintah terus diperbaiki dan semakin tepat sasaran.
“Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi dan penguatan program agar target peningkatan produksi dan keterjangkauan pangan dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujar Hary Suhada, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, Wakil Penanggungjawab 2 BPK, Aan Husdianto, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi dalam melihat perkembangan program pangan secara menyeluruh.
“Silakan sampaikan apa saja yang telah dilakukan dan kendala apa yang dihadapi, sehingga bisa kita carikan bagaimana tindak lanjut yang bisa kita lakukan,” ujar Aan.
Bagi Kementan, peningkatan produksi daging dan susu membutuhkan kerja bersama dan konsistensi. Ketersediaan bibit berkualitas, peningkatan produktivitas ternak, teknologi reproduksi, manajemen pemeliharaan, penguatan kelembagaan, serta kepastian pasar perlu dibangun sebagai satu kesatuan.
Hal tersebut penting untuk memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat semakin banyak dipenuhi dari produksi dalam negeri sekaligus membuka ruang usaha yang lebih besar bagi peternak rakyat.
Kementan juga terus mendorong agar setiap program pembangunan peternakan memberikan manfaat nyata di tingkat peternak. Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak.
Melalui koordinasi dan evaluasi yang berkelanjutan, Kementan berkomitmen memperkuat program perbibitan dan produksi ternak agar semakin efektif, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH