Kementan Semarakkan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026, 567 Siswa Diajak Gemar Makan Telur
Sembawa – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein hewani melalui edukasi sejak usia dini. Momentum tersebut diwujudkan melalui Gerakan Gemar Makan Telur yang digelar Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Sembawa dalam rangka menyambut Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026.
Pada 4 hingga 10 September 2026, tim BPTU HPT Sembawa mengunjungi empat sekolah dan memberikan edukasi kepada 567 siswa. Kegiatan dikemas secara interaktif untuk mengenalkan manfaat konsumsi telur sekaligus memperkenalkan peran peternakan dalam menyediakan pangan asal hewan bagi masyarakat.
Kepala BPTU HPT Sembawa, Muhammad Imron, mengatakan edukasi mengenai protein hewani penting dikenalkan sejak dini agar anak-anak semakin memahami pentingnya pola makan yang beragam dan bergizi.
“Kementerian Pertanian melalui BPTU HPT Sembawa terus berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada perbenihan dan pembibitan ternak, tetapi juga berperan aktif dalam peningkatan gizi masyarakat. Telur adalah sumber protein hewani yang terjangkau, kaya nutrisi, dan sangat krusial untuk mencegah stunting serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak kita. Lewat Bulan Bakti ini, kami ingin menanamkan kebiasaan sehat makan telur sejak dini,” ujar Muhammad Imron, Kamis (10/9/2026).
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Petugas BPTU HPT Sembawa menggunakan boneka tangan dan permainan interaktif untuk mengenalkan manfaat telur bagi asupan protein, energi, dan tumbuh kembang anak.
Pendekatan yang menyenangkan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SDN 21 Sembawa, Suyono, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dinilai membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPTU HPT Sembawa atas kepeduliannya terhadap para siswa. Mereka kini jadi makin paham bahwa telur itu sangat penting untuk pertumbuhan mereka,” kata Suyono.
Antusiasme siswa semakin terlihat saat memasuki sesi pembagian telur rebus. Para siswa menikmati telur bersama-sama di lingkungan sekolah, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.
Kegiatan serupa juga mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah SDN 3 Sembawa, Priadi. Menurutnya, edukasi yang dilakukan Kementan memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus memperkenalkan pentingnya protein hewani dengan cara yang menyenangkan.
“Kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata di sekolah kami. Anak-anak tidak hanya mendapat pengetahuan baru tentang gizi secara menyenangkan,” tutur Priadi.
Melalui kegiatan tersebut, BPTU HPT Sembawa berupaya membangun pemahaman bahwa telur sebagai produk peternakan merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi pangan bergizi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2026, yang tidak hanya menjadi momentum memperkuat sektor peternakan dan kesehatan hewan, tetapi juga mendekatkan insan peternakan dengan masyarakat.
Bagi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, edukasi seperti ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan manfaat produk peternakan sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap peran peternak dalam menyediakan pangan asal hewan.
Dari peternakan untuk masyarakat, dari telur untuk tumbuh sehat. Melalui edukasi yang dimulai dari sekolah, Kementan berharap kesadaran mengonsumsi protein hewani dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif sejak dini.
Semangat tersebut sekaligus menegaskan bahwa Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah momentum untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, memperkenalkan dunia peternakan kepada generasi muda, dan bersama-sama membangun Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (*)