Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Perluas Kolaborasi, Indonesia Gandeng Selandia Baru untuk Perkuat Subsektor Peternakan Nasional

04/09/2026 18:31:00 Fahmi 68

Jakarta – Indonesia dan Selandia Baru terus memperkuat kerja sama di bidang peternakan, khususnya dalam mendukung pengembangan sapi perah dan peningkatan produktivitas susu nasional. Kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama Kementerian Industri Primer Selandia Baru (Ministry for Primary Industries/MPI) mencakup penguatan genetik dan pembibitan ternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan subsektor peternakan.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas saat delegasi Selandia Baru berkunjung ke Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Kolaborasi kedua negara dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam memperkuat produksi pangan dalam negeri dan meningkatkan produktivitas subsektor peternakan.

Direktur Kesehatan Hewan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Hendra Wibawa, mengatakan peningkatan produksi susu nasional perlu didukung oleh penguatan fondasi peternakan, termasuk peningkatan kualitas genetik dan pengembangan sistem pembibitan yang berkelanjutan.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi susu di Indonesia, peningkatan produktivitas sapi perah menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat. Selandia Baru memiliki pengalaman dan keunggulan dalam pengembangan genetika serta sistem pembibitan sapi perah yang dapat menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia. Karena itu, kami melihat kerja sama dengan Selandia Baru sebagai peluang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan informasi terkait sumber daya genetik, pembibitan, serta teknologi pendukung peningkatan produktivitas sapi perah,” ujar Hendra.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Industri Primer Selandia Baru, Ray Smith, menyampaikan bahwa Selandia Baru melihat peluang untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan produksi pertanian dalam negeri.

“Genetika telah membantu meningkatkan produktivitas, bersama dengan tata laksana pemeliharaan dan pakan ternak. Kami ingin terus mendorong kerja sama terkait pemanfaatan embrio maupun semen dari Selandia Baru, sekaligus membantu Indonesia membangun kapasitas pembibitan dan pengembangan indeks genetik. Kami melihat ada dukungan yang dapat kami berikan di bidang ini karena kami memahami pentingnya kemampuan Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri,” ujar Ray Smith.

Kolaborasi kedua negara juga terus diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan berbagi pengalaman dalam mendukung pengembangan peternakan yang berkelanjutan. Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi subsektor peternakan Indonesia.

“Indonesia dan Selandia Baru memiliki kerja sama yang baik dalam bidang peternakan. Kolaborasi ini akan terus kami dorong melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan penguatan kapasitas untuk mendukung pengembangan peternakan” ujar Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, I Ketut Wirata.

Kerja sama di bidang genetika tersebut selanjutnya dapat diarahkan pada penguatan kemampuan Indonesia dalam menilai dan memilih ternak dengan potensi produksi yang lebih baik. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah genetic selection index, yang dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi genomik untuk mendukung pengambilan keputusan dalam program pembibitan.

Upaya tersebut sebelumnya telah diwujudkan melalui Workshop on the Development of a Genetic Selection Index yang digelar pada awal Agustus 2026 dan melibatkan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan lingkup Ditjen PKH. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari Dairy Cooperation Program Indonesia-Selandia Baru sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai evaluasi genetik berbasis data dalam mendukung program pembibitan.

Selain pada tingkat kelembagaan, penguatan kapasitas juga dapat diperluas hingga ke tingkat peternak. Pengalaman kerja sama yang sebelumnya terjalin menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan dan dibagikan kembali oleh peternak kepada peternak lainnya, sehingga manfaat kerja sama dapat berkembang hingga tingkat lapangan.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Indonesia dan Selandia Baru diharapkan dapat terus membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi pengembangan subsektor peternakan kedua negara. Penguatan genetika, pembibitan, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas sapi perah serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH